Jogja

Kendalikan Hama Tikus di Sawah, Petani Gunungkidul Memakai Metode Ramah Lingkungan Empos

Haris Ma'ani | 10 Juli 2026, 09:03 WIB
Kendalikan Hama Tikus di Sawah, Petani Gunungkidul Memakai Metode Ramah Lingkungan Empos
Foto ilustrasi areal persawahan. (foto: magnific.com/nikitabuida)

Akurat.co,Jogja-Hama tikus masih menjadi momok petani di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta.

Untuk mengendalikan sekaligus mencegah penyebaran penyakit leptospirosis, petani setempat menggunakan metode ramah lingkungan, empos.

Petugas PPL Provinsi DIY, Sarno, menjelaskan bahwa metode empos dipilih karena lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan rodentisida.

Selain efektif mengendalikan populasi tikus, cara tersebut juga menjaga keberlangsungan predator alami, khususnya burung hantu atau Tyto alba, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Baca Juga: 18 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Gunungkidul

“Melalui metode empos, tikus dapat dimatikan di dalam liang sehingga tidak meninggalkan bangkai beracun yang berpotensi membahayakan burung hantu maupun satwa lainnya,” ujarnya.

Sarno menambahkan, pemerintah juga memberikan pelatihan pembuatan alat empos kepada petani serta menyediakan bahan pengendalian secara gratis.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam melakukan pengendalian hama secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan sama, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menegaskan bahwa pengendalian hama tikus harus dilakukan secara serentak dan melibatkan seluruh elemen masyarakat agar hasilnya lebih optimal.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.

Ia mengapresiasi keterlibatan para penyuluh dan tenaga teknis yang terus mendampingi masyarakat dalam menerapkan metode pengendalian yang efektif sekaligus ramah lingkungan.

Kehadiran tenaga ahli seperti Sarno, kata dia, diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi petani dalam menghadapi ancaman hama tikus.

Baca Juga: 1.500 Peserta Siap Pecahkan Rekor MURI Senam Penthul Tembem di Gunungkidul

“Pengendalian hama bukan hanya bertujuan menyelamatkan hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat melalui pencegahan penyebaran leptospirosis,” ujar Joko dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.