Orang dengan HIV Butuh Pendampingan Berkelanjutan

Akurat.co, Jogja - Orang dengan HIV (ODHIV) selama ini masih sering mendapatkan sikap diskriminasi dari masyarakat.
Padahal begitu seseorang telah terdiagnosa HIV, butuh pendampingan berkelanjutan. Terutama dalam menjaga kepatuhan ODHIV terhadap pengobatan.
Hal tersebut disampaikan Pendiri Yayasan Victory Plus Yan Michael saat menerima kunjungan dari Komisi D DPRD DIY.
Yayasan Victory Plus Yogyakarta adalah salah satu yayasan yang bergerak dalam memberikan dukungan langsung kepada orang yang terdampak dengan HIV dan AIDS.
Baca Juga: Tercatat 1.799 Kasus, Pemkot Jogja dan Bethesda Yakkum Kerja Sama Atasi HIV/AIDS
Berada di Jalan Tentara Pelajar Sariharjo Ngaglik Sleman, yayasan ini adalah kelompok penggagas dukungan sebaya dan pemberdayaan ODHA yang berdiri sejak tahun 2004.
"Pendampingan yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepatuhan ODHIV terhadap pengobatan serta meningkatkan kualitas hidup mereka," katanya, Senin (20/07/2026).
Untuk itu, pihaknya terus berupaya mendampingi ODHIV agar tetap konsisten menjalani terapi. Termasuk memperoleh informasi yang benar, serta merasa diterima di lingkungan sosialnya.
"Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk menghapus stigma dan diskriminasi,” ungkapnya.
Baca Juga: Kasus HIV Masih Tinggi, Pemkot Jogja Targetkan Nol Kasus pada 2030
Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu menegaskan, penanganan HIV memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya berfokus pada aspek medis semata.
Untuk itu, kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan pelayanan kesehatan dan pendampingan bagi ODHIV.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi D meninjau pelaksanaan layanan pendampingan bagi ODHIV. Mulai dari kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan, pendampingan selama menjalani terapi, edukasi kesehatan, hingga upaya mengurangi stigma dan diskriminasi yang masih menjadi tantangan dalam penanganan HIV di masyarakat.
“Pelayanan kepada ODHIV harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari akses layanan kesehatan, pendampingan, hingga edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: PLN DIY Dorong Masyarakat Gunakan PLN Mobile
Ia menambahkan, keberadaan lembaga pendamping memiliki peran strategis dalam memastikan ODHIV memperoleh pelayanan kesehatan yang berkesinambungan sekaligus mendapatkan dukungan psikososial sehingga dapat menjalani kehidupan secara produktif.
"Kami harapkan ada sinergi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan lembaga pendamping dapat terus diperkuat sehingga pelayanan bagi ODHIV semakin optimal. Selain menjamin keberlanjutan pengobatan, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan bebas dari stigma terhadap ODHIV," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya
- 10Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman









