Jogja

Orang dengan HIV Butuh Pendampingan Berkelanjutan

Atiek Widyastuti | 20 Juli 2026, 19:58 WIB
Orang dengan HIV Butuh Pendampingan Berkelanjutan
Ilustrasi HIV. (Pexels)

Akurat.co, Jogja - Orang dengan HIV (ODHIV) selama ini masih sering mendapatkan sikap diskriminasi dari masyarakat.

Padahal begitu seseorang telah terdiagnosa HIV, butuh pendampingan berkelanjutan. Terutama dalam menjaga kepatuhan ODHIV terhadap pengobatan.

Hal tersebut disampaikan Pendiri Yayasan Victory Plus Yan Michael saat menerima kunjungan dari Komisi D DPRD DIY.

Yayasan Victory Plus Yogyakarta adalah salah satu yayasan yang bergerak dalam memberikan dukungan langsung kepada orang yang terdampak dengan HIV dan AIDS.

Baca Juga: Tercatat 1.799 Kasus, Pemkot Jogja dan Bethesda Yakkum Kerja Sama Atasi HIV/AIDS

Berada di Jalan Tentara Pelajar Sariharjo Ngaglik Sleman, yayasan ini adalah kelompok penggagas dukungan sebaya dan pemberdayaan ODHA yang berdiri sejak tahun 2004.

"Pendampingan yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepatuhan ODHIV terhadap pengobatan serta meningkatkan kualitas hidup mereka," katanya, Senin (20/07/2026).

Untuk itu, pihaknya terus berupaya mendampingi ODHIV agar tetap konsisten menjalani terapi. Termasuk memperoleh informasi yang benar, serta merasa diterima di lingkungan sosialnya.

"Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk menghapus stigma dan diskriminasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus HIV Masih Tinggi, Pemkot Jogja Targetkan Nol Kasus pada 2030

Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu menegaskan, penanganan HIV memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya berfokus pada aspek medis semata.

Untuk itu, kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan pelayanan kesehatan dan pendampingan bagi ODHIV.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi D meninjau pelaksanaan layanan pendampingan bagi ODHIV. Mulai dari kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan, pendampingan selama menjalani terapi, edukasi kesehatan, hingga upaya mengurangi stigma dan diskriminasi yang masih menjadi tantangan dalam penanganan HIV di masyarakat.

“Pelayanan kepada ODHIV harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari akses layanan kesehatan, pendampingan, hingga edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: PLN DIY Dorong Masyarakat Gunakan PLN Mobile

Ia menambahkan, keberadaan lembaga pendamping memiliki peran strategis dalam memastikan ODHIV memperoleh pelayanan kesehatan yang berkesinambungan sekaligus mendapatkan dukungan psikososial sehingga dapat menjalani kehidupan secara produktif.

"Kami harapkan ada sinergi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan lembaga pendamping dapat terus diperkuat sehingga pelayanan bagi ODHIV semakin optimal. Selain menjamin keberlanjutan pengobatan, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan bebas dari stigma terhadap ODHIV," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.