Jogja

2 Mahasiswa KKN PPM Meninggal di Maluku, UGM Sampaikan Duka Cita Mendalam

Yudi Permana | 2 Juli 2025, 06:34 WIB
2 Mahasiswa KKN PPM Meninggal di Maluku, UGM Sampaikan Duka Cita Mendalam



Akurat.co, Jogja
-Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal saat menjalankan KKN di Maluku Tenggara.

Ucapan duka cita mendalam disampaikan pihak atas meninggalnya dua mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tersebut.

Mahasiswa meninggal adalah Septian Eka Rahmadi adalah mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM.

Ia meninggal saat menjalankan tugas KKN di Pulau Kei Kecil, Maluku Tenggara akibat kecelakaan laut.

Kemudian Bagus Adi Prayogo, mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan UGM, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (1/7) malam pukul 23.00 wit setelah dinyatakan hilang dalam kecelakaan laut di perairan Debut, Maluku Tenggara.

Baca Juga: Kisah Ibu Teluning, Penjual Cireng yang Putrinya Diterima Kuliah Gratis di UGM

Peristiwa terjadi saat para mahasiswa menjalankan kegiatan Revitalisasi Terumbu Karang, bagian dari program KKN-PPM Unit Manyeuw.

Sebanyak tujuh mahasiswa UGM dan lima warga lokal menggunakan dua perahu motor untuk mengambil pasir sebagai bahan pembangunan Artificial Patch Reef (APR).

Dalam perjalanan pulang, salah satu perahu terbalik akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

Lima mahasiswa berhasil diselamatkan, satu mahasiswa meninggal, sementara Bagus sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal oleh warga sekitar.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., menyampaikan rasa belasungkawa dan penghargaan atas dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Kami sangat kehilangan. Bagus adalah mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian.

Baca Juga: Kisah Rofidah, Anak Sopir Truk Jerami yang Lolos UGM dengan Beasiswa Full UKT

Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ujarnya dikutip ugm.ac.id.

UGM melalui DPkM dan Fakultas terkait saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta Kagama Maluku.

Fokus utama adalah penanganan darurat, pendampingan psikologis bagi mahasiswa lain, serta proses pemulangan jenazah ke daerah asal.

Baca Juga: UGM Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Terbaik di Asia Tenggara

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang telah membantu dalam proses pencarian dan evakuasi, mulai dari pemerintah daerah, mitra lokal, hingga warga setempat.

Bantuan mereka sangat berarti di tengah situasi sulit ini,” tambah Rustamadji.

UGM berkomitmen untuk terus memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh peserta KKN-PPM, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan di lapangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.