Jogja

Mengintip Fasilitas Wah Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Ada Lapangan Tenis, Gedung Ber-AC

Yudi Permana | 15 Juli 2025, 10:05 WIB
Mengintip Fasilitas Wah Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Ada Lapangan Tenis, Gedung Ber-AC

Akurat.co, Jogja-Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Yogyakarta terbilang memiliki fasilitas wah atau mewah untuk kategori Sekolah Rakyat.

Sekolah ini berdiri di atas lahan sekitar 4 hektare ini dilengkapi 10 rombongan belajar (rombel), menjadikannya salah satu yang terbesar secara nasional dalam program Sekolah Rakyat.

Gedung baru dengan ruang kelas berfasilitas lengkap, AC, serta laboratorium fisika dan biologi, perpustakaan, ruang UKS, dan BK telah disiapkan.

Selain itu, tersedia lapangan olahraga seperti voli, tenis, futsal, hingga badminton.

Asrama bagi siswa putra dan putri juga telah disiapkan, termasuk ruang guru, ruang wali asrama, serta perlengkapan tidur.

Baca Juga: Pakar UGM Sebut Kemarau Basah Bawa Dampak Positif bagi Petani, Apa ya?

Siswa mendapatkan seragam 7 stel

Selain fasilitasnya yang wah, para siswa juga mendapatkan 7 stel seragam termasuk seragam nasional, pramuka, olahraga, batik, pakaian tidur, dan pakaian pesiar.

Terdapat juga seragam khusus bernuansa lokal sebagai bentuk penguatan identitas budaya.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan, rintisan sekolah ini merupakan implementasi dari arahan presiden terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan setara.

Sekolah ini merupakan program pendidikan berasrama yang dirancang khusus bagi siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat miskin.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan transformasional yang tak hanya mengangkat martabat anak-anak dari keluarga tidak mampu, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi individu yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Selain guru, pendamping PKH dari berbagai Kapanewon di Bantul turut direkrut sebagai tenaga kependidikan, termasuk sebagai wali asrama.

“Kolaborasi ini penting agar mereka juga memahami posisi dan tanggung jawab baru dalam lingkungan sekolah,” kata Endang.

Meski merujuk pada kurikulum Kemendikbudristek untuk jenjang pendidikan menengah, Sekolah Rakyat menerapkan sistem pembelajaran dan manajemen waktu yang berbeda dengan sekolah reguler.

“Karena berasrama, pengelolaan waktu juga menyesuaikan. Ada struktur harian yang lebih intensif untuk membentuk karakter dan disiplin,” ujar Endang.

Baca Juga: 3 Koperasi Desa Merah Putih di Sleman Siap Diluncurkan pada 19 Juli 2025

Program ini diharapkan menjadi alternatif pendidikan berkualitas bagi siswa miskin ekstrem, tanpa mengesampingkan aspek intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).

“Harapannya, Sekolah Rakyat ini mampu melampaui sekolah-sekolah berasrama lainnya dalam membentuk generasi unggul,” kata Endang.

Saat ini, dari kebutuhan 20 guru, baru 19 guru yang sudah masuk. Rekrutmen dilakukan bekerja sama dengan Kemendikbudristek dan Kementerian Sosial, dengan syarat minimal sertifikasi pendidik (serdik) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Seleksi tambahan juga mencakup tes TOEFL, psikotest, dan wawancara.

Calon kepala sekolah, Agus Ristanto, mengatakan bahwa sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tapi juga tempat tinggal dan tumbuh bagi para siswa.

“Anak-anak ini berasal dari keluarga tidak mampu. Di sini, mereka akan tinggal, belajar, dan membangun masa depan,” ujar Agus.

Siswa boleh dijenguk orang tua, tapi di luar jam pelajaran. Mereka juga bisa pulang dua minggu sekali, dengan transportasi yang disiapkan oleh Dinas Sosial.

HP tidak boleh dibawa bebas, tapi dititipkan dan komunikasi dilakukan lewat wali asuh.

Selain pelajaran umum, siswa juga bisa memilih berbagai kegiatan tambahan seperti Pramuka, PMR, paskibra, futsal, seni musik dan tari, konversasi bahasa Inggris, hingga pembelajaran Iqro untuk yang belum bisa baca-tulis Al-Qur’an.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam di Sleman yang Murah Meriah, Nomor 5 Malah Gratis

“Kita sesuaikan dengan minat mereka. Tujuannya supaya anak-anak berkembang secara akademik, sosial, dan emosional,” ujar Agus.

Program ini melibatkan banyak instansi, seperti Kemensos, Kemendikbudristek, PUPR, Kominfo, Kemenag, BKD, dan lainnya. Internet disediakan oleh Kominfo dengan kecepatan tinggi hingga 200 Mbps. Pengelolaan anggaran juga didampingi oleh tim khusus dari pusat.

Agus berharap Sekolah Rakyat bisa menjadi tempat yang membentuk karakter dan masa depan anak-anak.

“Kami ingin anak-anak ini tumbuh percaya diri dan punya masa depan cerah,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.