Cerita Zufa Wisudawan UGM Raih IPK 4, Selalu Menelepon Ibu setiap Malam

Akurat.co,Jogja-Di balik keberhasilan anak ada doa orangtua yang selalu membersamai.
Ini pula yang terjadi pada Zufa Pasha Sabina. Wisudawan UGM dengan IPK 4,00.
Zufa menjadi satu-satunya dari 1.201 lulusan sarjana yang meraih IPK sempurna pada wisuda program sarjana UGM, Februari lalu.
Baca Juga: Kisah Tiara Amanda Lulusan Termuda Kedokteran Gigi UGM, Sudah SD di Umur 5 Tahun
Selain meraih IPK sempurna, wisudawan Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu sekitar 3 tahun 6 bulan.
Padahal rerata masa studi lulusan sarjana adalah 4 tahun 2 bulan dengan IPK rata-rata 3,53.
Menelepon ibu setiap malam
Sosok asal Kebumen, Jawa Tengah ini, mengisahkan kebiasaan rutinnya menelepon ibu setiap malam.
Aktivitas sederhana namun penuh makna ini seolah menjadi kekuatan spiritual Zufa dalam menempuh pendidikan.
“Pokoknya setiap malam saya selalu menelpon ibu, senang rasanya kalau sudah mendengar suaranya, ” kenangnya.
Baca Juga: Kisah Anselmus Wau, Lulusan UGM Korban PHK yang Sukses Berbisnis Keripik Singkong
Seusai menelpon ibu, Zufa mengaku selalu mendapat motivasi dan petuah sehingga ia selalu bersemangat dalam menjalankan aktivitas kuliah di esok paginya.
Kini Zufa membawa mimpinya menjadi besar di bidang medika. Ia menilai program studi yang diambilnya mempunyai andil besar di masyarakat seiring dengan keilmuan yang berkelanjutan.
Menurutnya, ilmu kesehatan akan terus berkembang dan perlu dipelajari.
Baca Juga: Ramadhan di Kampus, Masjid UGM Sediakan 2.000 Porsi Sahur dan Buka Puasa Gratis
Seiring dengan hal ini, ia sedang melanjutkan belajarnya di program profesi ners selama kurang lebih satu tahun ke depan.
Zufa mengingatkan bahwa nilai akademik pada akhirnya hanyalah angka, sebuah representasi dari proses, kerja keras, dan usaha yang telah dijalani.
“Nilai itu bisa menunjukkan prosesmu, tetapi jangan sampai membuatmu lupa untuk tetap rendah hati, membumi, dan tidak sombong,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam







