Jogja

Ditangan Mahasiswa UAD, Limbah Apas Tahu Dijadikan Suvenir Keren

Haris Ma'ani | 30 Juli 2026, 10:06 WIB
Ditangan Mahasiswa UAD, Limbah Apas Tahu Dijadikan Suvenir Keren
Tofiloka, produk inovasi mahasiswa UAD dari limbah ampas tahu. (foto: dok.UAD)

Akurat.co,Jogja- Limbah ampas tahu yang selama ini dianggap tak bernilai dan mencemari, malah menjadi produk keren bernilai jual.

Adalah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan inovasi produknya, Tofiloka. Inovasi dari ampas tahu ini pun sukses lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

Tim Tofiloka terdiri atas Muhammad Khairul Anam sebagai ketua.

Baca Juga: Mahasiswa UAD Ciptakan Mochi Citarasa Lokal, Ada Nastar hingga Pisang Cokelat

Tim beranggotakan, Mochamad Geren Wibisana, Adnan Bintang Nur F., Afifa Puspa Wardhana, dan Annida Shafa Salsabila.

Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Ketua tim, Muhammad Khairul Anam, menjelaskan Tofiloka hadir sebagai inovasi produk suvenir yang mengangkat konsep keberlanjutan.

Produk ini memanfaatkan serat ampas tahu yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi berbagai suvenir bernilai estetika, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi.

Ide tersebut berangkat dari dua persoalan yang saling berkaitan, yakni belum optimalnya pemanfaatan limbah ampas tahu yang berpotensi mencemari lingkungan serta meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap suvenir khas Yogyakarta yang unik dan memiliki nilai cerita.

“Tofiloka sebagai solusi dengan mengubah limbah ampas tahu menjadi produk suvenir bernilai jual. Selain mengurangi limbah, produk ini juga mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM,” kata Khairul dikutip dari laman resmi UAD.

Berbeda dengan suvenir pada umumnya, Tofiloka memiliki sejumlah keunggulan.

Produk ini menggunakan bahan baku limbah yang ramah lingkungan, mengusung desain dengan identitas budaya Yogyakarta, memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan limbah yang belum diolah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Tidak hanya itu, setiap produk juga memiliki nilai edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Khairul berharap Tofiloka dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Rektor UAD dan UMY Kritik Jalur Mandiri PTN, Mahasiswa Sudah Bayar Pilih Mundur

Selain mampu menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk bernilai tambah sekaligus menjadi salah satu suvenir khas Yogyakarta yang dikenal masyarakat luas.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.