Jogja

Rayakan Ultah ke-96 PSIM, Manajemen Ingatkan Warisan Sejarah sebagai 7 Klub Pendiri PSSI

Yudi Permana | 8 September 2025, 09:05 WIB
Rayakan Ultah ke-96 PSIM, Manajemen Ingatkan Warisan Sejarah sebagai 7 Klub Pendiri PSSI

Akurat.co,Jogja-PSIM Yogyakarta memasuki usia ke-96 pada 2025 ini. Memasuki usia yang mau mencapai 1 abad, manajemen mengingatkan sejarah sebagai 7 klub pendiri PSSI.

Ya, PSIM memang satu dari 7 klub pendiri PSSI. Enam klub lainnya adalah, Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), sekarang dikenal sebagai Persija Jakarta; Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), sekarang sebagai Persib Bandung.

Voetbal Bond Solo (VBS), sekarang adalah Persis Solo; Madioensche Voetbal Bond (MVB), sekarang adalah PSM Madiun; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM), saat ini sebagai PPSM Magelang; dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB), ekarang adalah Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Rayakan Ultah ke-96 PSIM, Brajamusti dan The Maident Gelar Acara Sederhana Tanpa Konvoi

Manajemen PSIM mengingatkan tentang warisan yang mesti dijaga dalam perayaan penuh kekeluargaan di Wisma PSIM, Jumat (5/9/2025) kemarin.

Wendy Umar Seno Aji, yang mewakili Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim.

Menurutnya, pencapaian luar biasa yang diraih Laskar Mataram hingga hari ini adalah buah dari kerja keras dan disiplin semua pihak.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua jajaran tim pelatih serta pemain, alhamdulillah sampai dengan hari ini, PSIM luar biasa.

Semoga prestasi ini tidak akan berhenti di sini. Kita akan terus melangkah dan maju bersama PSIM,” ujarnya.

Wendy juga menjelaskan makna mendalam di balik tema ulang tahun kali ini, “Mengawal Warisan, Menyongsong Kejayaan”.

Ia menegaskan bahwa PSIM memiliki tanggung jawab historis sebagai salah satu dari tujuh klub pendiri PSSI.

“Disebutkan mengawal warisan karena PSIM ini adalah satu dari tujuh pendiri PSSI. Sembilan puluh enam tahun usia kita, alhamdulillah akhirnya salah satu pendiri PSSI ini bisa bergabung di kasta tertinggi,” tuturnya.

Pilih perayaan sederhana penuh makna di tengah situasi sekarang

Sebenarnya sudah ada rencana merayakan secara terbuka dengan dipusatkan di Tugu Jogja. Tapi perayaan dibatalkan.

Wendy menjelaskan bahwa keputusan ini diambil melalui sinergi dan koordinasi erat antara manajemen, kelompok suporter Brajamusti dan The Maident, serta pihak kepolisian demi menjaga kondusivitas Kota Jogja.

Ia menceritakan bagaimana manajemen dan panitia pelaksana turut membantu aparat keamanan hingga dini hari untuk mengimbau suporter agar tidak berkumpul.

Langkah ini diambil demi kebaikan bersama, terutama untuk menjaga kelancaran perizinan laga kandang PSIM ke depannya.

Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel Ungkap Kunci Kemenangan atas Malut United

“Alhamdulillah berkah dukungan dari Brajamusti dan The Maident, teman-teman manajemen dan panitia pelaksana, tadi malam kita sampai jam 2 pagi di sana, kita bantu Kepolisian untuk kita rekayasa lalu lintas dan kita imbau teman-teman suporter untuk tidak datang karena ini nanti dampaknya kepada perizinan keamanan laga kandang,” jelasnya.

Sementara itu, Rendra Teddy, yang mewakili para pemain, menyuarakan harapan kolektif tim.

"Semoga harapan kami semua, PSIM semakin kompak dan solid, serta sukses selalu. Semoga apa yang kita banggakan untuk masyarakat Jogja bisa tercapai,” tuturnya dilansir dari laman resmi PSIM.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.