SopirinAja, Aplikasi Pemesanan Sopir Praktis Buatan Mahasiswa UMY Segera Launching di Yogyakarta

Akurat.co, Jogja-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuat aplikasi pemesanan sopir praktis dan profesional.
Aplikasi dibuat berdasarkan temuan kesulitan masyarakat dalam menemukan sopir profesional yang aman dan terpercaya, terutama untuk keperluan perjalanan keluarga, bisnis, maupun wisata.
Adalah Ganang Caraka Wisnu Aji, 22 tahun, bersama tim mahasiswa Program Studi Manajemen UMY angkatan 2021, merintis SopirinAja, sebuah platform digital pertama di Yogyakarta yang menyediakan jasa sopir secara praktis dan profesional.
Gagasan ini bermula dari pengalaman pribadi Ganang dan rekan-rekannya yang mengalami kesulitan mencari sopir saat bepergian ke Yogyakarta.
Baca Juga: Kisah Rofidah, Anak Sopir Truk Jerami yang Lolos UGM dengan Beasiswa Full UKT
Ternyata, kasus itu bukan satu-satunya. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan tim, 84 persen dari 150 responden mengaku pernah mengalami kesulitan serupa.
“Dari situ saya sadar ada peluang untuk menjembatani kebutuhan ini lewat solusi yang terstruktur dan terpercaya.
Maka lahirlah ide SopirinAja sebagai platform pemesanan jasa sopir berbasis digital,” ujar Ganang dikutip dari umy.ac.id
Platform SopirinAja mengusung konsep “Sopir Profesional, Kendaraan Pribadi, Pengalaman Eksklusif”.
Aplikasi memungkinkan pengguna memesan sopir berdasarkan preferensi usia, gender, hingga pengalaman, lengkap dengan sistem rating dan pilihan layanan harian maupun berlangganan bulanan.
Seluruh mitra sopir telah melalui proses verifikasi ketat dan pelatihan khusus untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan pelayanan yang ramah.
“Banyak masyarakat, terutama saat perjalanan jauh, tetap memaksakan diri menyetir meski kondisi tubuh tidak fit karena kesulitan menemukan sopir yang bisa dipesan saat itu juga.
SopirinAja hadir untuk menjawab kebutuhan itu, yakni layanan sopir cadangan yang bisa dipesan langsung dari genggaman, dengan proses yang aman dan cepat,” lanjut Ganang.
Tak hanya berorientasi bisnis, SopirinAja juga membawa misi sosial untuk mempromosikan budaya berkendara yang aman dengan mencegah risiko kelelahan saat mengemudi.
“Kami bukan sekadar jual jasa sopir, tapi juga ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan personal. Sopir kami berseragam, rapi, wangi, dan ramah. Bahkan kami hadirkan sopir perempuan demi kenyamanan penumpang perempuan,” jelasnya.
Di balik lahirnya inovasi ini, Ganang dan timnya menghadapi berbagai tantangan.
Berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana di Batang, Jawa Tengah, Ganang harus pandai membagi waktu antara kuliah dan pengembangan bisnis. Kendala utama mereka adalah permodalan.
Tim sempat alami perpecahan
Menurut Ganang, awalnya dia dan dua rekannya, Muhammad Dhia Syuhada Rafsanjani (Co-Founder), dan Rosita Eka Amelia (Co-Founder) berencana menggunakan dana pribadi.
Tapi ternyata kebutuhan bisnis ini besar sekali.
"Kami mulai mencari peluang pendanaan, hingga akhirnya mendapat dukungan dari berbagai program seperti Vessel Program, P2MW, dan inkubasi di The Greater Hub SBM ITB,” ungkapnya.
Tim kemudian diperkuat oleh dua anggota baru: Ahmad Nurhajiji (Chief Technology Officer) dan Ghaida Salsabila (Chief Marketing Officer) dari Universitas Gadjah Mada.
Ada dinamika internal yang membuat dua anggota awal mengundurkan diri. Ganang tetap konsisten membangun SopirinAja.
Baca Juga: Sultan HB X Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Menambah Penghasilan Masyarakat Desa
Saat ini, sistem, legalitas, SOP layanan, dan rekrutmen mitra sopir, termasuk sopir perempuan, telah rampung.
Dalam waktu dekat, SopirinAja akan menggelar grand opening di kampus UMY, sekaligus memperkenalkan layanan pre-operasional sebelum ekspansi ke Bandung dan Jakarta.
“Kami akan uji coba penuh di Jogja terlebih dahulu karena market-nya lebih manageable.
Jika sudah matang, target kami tahun depan adalah ekspansi operasional ke Bandung dan Jakarta,” ujar Ganang optimis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







