Jogja

UMKM Masjid Nurul Hidayah Kota Jogja, Wujud Nyata Ekonomi Umat

M. Mubin Wibawa | 9 September 2025, 08:05 WIB
UMKM Masjid Nurul Hidayah Kota Jogja, Wujud Nyata Ekonomi Umat

Akurat.co,Jogja-Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Masjid Nurul Hidayah Kota Jogja menjadi wujud nyata ekonomi umat.

Hal tersebut juga menjadikan masjid tak sekadar memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, tetapi turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

UMKM Masjid Nurul Hidayah diresmikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat Safari Subuh pada Senin (8/9/2025).

Takmir Masjid Nurul Hidayah, Yusli Harun, mengungkap, terdapat 34 UMKM yang tergabung di Masjid Nurul Hidayah.

Sebagian besar UMKM berasal dari warga RW 07 Patuk. Berupa UMKM makanan seperti bakpia dan makanan berat yakni nasi lemu, sate, dan gorengan.

Baca Juga: Cerita Sukses Widarti Pelaku UMKM asal Sleman Tembus Pasar Modern, Pamer Pemanfaatan Medsos dan E-commerce di Hadapan Wapres

Ia berharap, kehadiran UMKM tersebut dapat menggerakkan perekonomian lokal dan memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat

Yusli juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran wali kota. Ia berharap aspirasi warga terkait UMKM dan perizinan bangunan dapat ditindaklanjuti.

"Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ke beliau tadi sudah ditampung yang kami inginkan tentang UMKM kemudian termasuk juga tentang izin mendirikan bangunan IMB,” ujarnya.

Hasto Wardoyo juga mengapresiasi pengurus masjid Nurul Hidayah.

Baca Juga: Profil Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Sosok Pengusaha Sukses Lulusan UPN, Dikenal sebagai Bapaknya UMKM DIY

"Masjid ini kan banyak orang-orang maju, pemikir, dan juga orang-orang yang jujur serta amanah. Kalau orang-orang yang jujur, amanah, kerja keras, dan pemikir, pasti sukses kalau usaha itu,” jelas Hasto dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Selasa (9/9/2025).

Ia berharap, keberadaan UMKM di lingkungan Masjid Nurul Hidayah mampu memakmurkan masyarakat sekitar. Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan warga sangat penting karena kemiskinan bisa membawa pada persoalan sosial.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.