Jogja

Harga Beras di Atas Rp13.500 Per Kg, Pemkab Bantul Gelar Gerakan Pangan Murah

M. Mubin Wibawa | 17 September 2025, 12:05 WIB
Harga Beras di Atas Rp13.500 Per Kg, Pemkab Bantul Gelar Gerakan Pangan Murah

Akurat.co,Jogja-Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) meminta daerah dengan harga beras sudah di atas Rp13.500 per kilogram (kg) untuk segera melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program GPM juga dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kemarin.

Dalam aktivitas ini, Pemkab menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, seperti beras, telur, tepung, gula, serta bahan pokok lainnya.

Kepala DKPP Kabupaten Bantul menegaskan bahwa pelaksanaan GPM ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada 8 September 2025.

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekda Pemprov DIY yang Baru Dilantik

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri yang menginstruksikan agar daerah-daerah dengan harga beras di atas Rp13.500 segera melaksanakan gerakan pangan murah untuk membantu masyarakat.

“Tujuan dari gerakan ini adalah memanfaatkan ketersediaan bahan pokok, menjaga stabilisasi pasokan, serta mengendalikan harga pangan di daerah. Ini juga merupakan bentuk sinergi bersama dalam upaya pengendalian inflasi,” ungkap Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo.

Baca Juga: 5 Tahun Terakhir, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Jiwa JKN Meningkat, Kasus Tertinggi di Provinsi Ini...

Sementara itu Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menyatakan, Gerakan Pangan Murah adalah bukti bahwa pemerintah hadir dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat.

"Kita ingin agar masyarakat Bantul tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga daya beli mereka,” ujar wabup.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.