Jogja

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap 3 Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Yudi Permana | 6 Februari 2026, 17:54 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap 3 Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Akurat.co,Jogja-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengungkap tiga faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

Ketiga mesin pertumbuhan mencakup hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: Pakar UGM: Pekerjaan Informal dengan Upah Rendah Picu Fenomena Overwork Pekerja RI

“Ketiga mesin ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Airlangga dalam kuliah Umum dan Reuni Alumni Teknik Mesin UGM Angkatan 1981, Jumat (6/2).

Perbaikan pendidikan dan kesehatan

Untuk mendorong hilirisasi ini diperlukan pembenahan dalam perbaikan pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, pembiayaan pendidikan dan kesehatan dalam negeri yang saat ini juga menjadi kebutuhan mendesak.

Soal ketahanan pangan, Airlangga menyoroti upaya pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.

“Ketika terjadi krisis, kita harus punya stok pangan sendiri. Itu sebabnya fokus pada food estate dan sektor pertanian menjadi sangat penting,” jelasnya dikutip dari laman resmi UGM.

Ia menilai bahwa tantangan bangsa Indonesia ke depan yang tidak kalah penting adalah sektor energi dan teknologi, yang membutuhkan peran aktif generasi muda dengan latar belakang keilmuan sains dan teknologi.

Baca Juga: Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur, Ini Kata Guru Besar UGM tentang Independensi BI

Oleh karena itu, Airlangga menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan ekonomi.

“Yang berkelanjutan itu bukan hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis sumber daya manusia,” tutupnya.

Di kesempatan itu, Airlangga juga menyinggung isu-isu strategis ekonomi lainnya, seperti pengembangan platform GIG Economy sebagai salah satu upaya pemerintah dalam membuka peluang kerja bagi generasi muda.

“Program ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk dapat berkontribusi secara produktif di tengah perubahan struktur pasar kerja,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.