Jogja

Ini Galeri di Jogja yang Simpan 4.000 Karya Geguritan, Puisi Jawa Berisi Pesan Moral hingga Kritik Sosial

M. Mubin Wibawa | 28 Juli 2025, 06:56 WIB
Ini Galeri di Jogja yang Simpan 4.000 Karya Geguritan, Puisi Jawa Berisi Pesan Moral hingga Kritik Sosial

Akurat.co, Jogja-Di kota Jogjakarta terdapat galeri yang menyimpan 4.000 karya geguritan, puisi jawa berisi pesan moral hingga kritik sosial.

Gallery Welas Asih namanya. Galeri ini terletak di Jalan Veteran No. 78, Yogyakarta.

Pemilik galeri ini adalah Koh Hwat, yang memiliki nama asli Handoyo Wibowo.

Di galeri miliknya, Koh Hwat menyimpan ribuan geguritan hasol karyanya tersebut selama puluhan tahun.

Handoyo Wibowo menjelaskan bahwa ribuan geguritan yang ia ciptakan adalah buah dari perjalanan hidup, pengamatan, serta perenungannya selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca DIY, Senin 28 Juli 2025

"Gallery Welas Asih bukan hanya ruang pajang, tetapi juga ruang edukasi dan kontemplasi," ujarnya.

Seluruh geguritan yang dipamerkan bertemakan kehidupan, kemanusiaan, spiritualitas, dan kritik sosial.

“Saya ingin budaya Jawa tetap hidup di tengah arus modernisasi. Geguritan adalah cara saya menyuarakan nilai-nilai luhur itu kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap geguritan-geguritan ini dapat menjadi media untuk berbagi kebaikan, menyentuh hati pembaca, dan menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Jogja, Wali Kota Hasto Wardoyo mengaku terkesima dengan ribuan karya geguritan yang dipajang rapi di dinding-dinding dan dibingkai indah.

Hasto mengunjungi galeri itu pada Sabtu (26/7/2025) kemarin. Ia didampingi Komandan Kodim 0734/Kota Yogya, Kolonel Inf. Arif Setiyono.

Saat ke galeri ini, Hasto Wardoyo disambut langsung oleh Koh Hwat. Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa.

Baca Juga: Berburu Kuliner Legendaris Tongseng Sapi Bu Mujikem di Pasar Hewan Imogiri

Hasto Wardoyo menyampaikan kekagumannya atas dedikasi Koh Hwat dalam merawat dan menghidupkan bahasa serta sastra Jawa.

“Ini bukan hanya soal karya seni, tetapi ini adalah bentuk cinta luar biasa terhadap budaya Jawa. 4.000 geguritan adalah bukti ketekunan, konsistensi, dan jiwa kepedulian budaya yang patut dijadikan inspirasi,” ujarnya.

Hasto menambahkan bahwa karya-karya Koh Hwat merupakan aset budaya yang tak ternilai bagi Kota Yogya, bahkan Indonesia.

"Geguritan-geguritan ini bukan hanya sekadar tulisan, tapi juga cerminan dari pemikiran, perasaan, dan kepedulian Koh Hwat terhadap sesama dan lingkungan.

Baca Juga: Peraih Program Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa Bisa Kuliah Di UGK, Loh…

Ini adalah warisan yang patut kita lestarikan dan jadikan inspirasi," tambahnya.

Menurutnya, karya-karya seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter masyarakat, khususnya generasi muda.

“Budaya adalah benteng bangsa. Apa yang dilakukan Koh Hwat sejalan dengan semangat kebangsaan membangun Indonesia dari akar budaya sendiri,” katanya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.