TWC Gelar Sanggar Lestari Cagar Budaya, Untuk Apa?

Akurat.co, Jogja - In Journey Destination Management (IDM) berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X menggelar Sanggar Lestari Cagar Budaya.
Kegiatan ini diikuti petugas teknis di kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu, Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Gebang, Candi Plaosan, Candi Banyunibo dan sejumlah candi lainnya di kawasan Sleman, Yogyakarta maupun Klaten, Jawa Tengah.
Seperti juru pugar, juru pelihara, teknisi konservasi, customer service, security yang menjadi garda terdepan pelestarian benda cagar budaya serta pelayanan kepada wisatawan di kawasan Candi Prambanan dan sekitarnya.
Peserta berasal dari petugas teknis di kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu, Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Gebang, Candi Plaosan, Candi Banyunibo dan sejumlah candi lainnya di kawasan Sleman, Yogyakarta maupun Klaten, Jawa Tengah.
Baca Juga: Spot Riyadi, Salah Satu Spot Foto yang Wajib Dikunjungi
"Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kapabilitas dan profesionalitas profesi cagar budaya," kata GM Prambanan dan Ratu Boko Ratno Timur, Minggu (28/09/2025).
Pelatihan Sanggar Lestari Cagar Budaya ini merupakan salah satu hal yang dilakukan oleh IDM sebagai pengelola destinasi heritage untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia, terutama garda depan dalam pelestarian maupun pelayanan wisatawan.
Ini menjadi salah satu kolaborasi yang baik. Di mana kehadiran program Sanggar Lestari Cagar Budaya ini menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan insan cagar budaya.
"Apalagi peserta di sini adalah garda terdepan baik dalam pelestarian maupun pelayanan yang ada di Candi Prambanan,” ujarnya.
Peserta Sanggar Lestari Cagra Budaya mendapatkan sejumlah materi. Seperti materi terkait pelestarian cagar budaya, dasar pelayanan prima dan kerjasama, keselamatan kerja kebencanaan dan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Baca Juga: Jalan Baru Sleman - Gunungkidul, Prambanan, Spot Baru yang Cocok untuk Sunmori
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Dwi Astuti mengatakan, kegiatan bermanfaat dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi rekan-rekan pelestari cagar budaya.
"Pengetahuan keterampilan itu akan selalu berkembang, bertambah dan tentunya kita sebagai SDM di pelaksanaan pelestarian dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan teknis maupun non teknis yang diperlukan di lapangan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya
- 10Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman









