Jogja

Ulah ASN Bikin Marah Bupati Gunungkidul Endah Subekti, Sebut Jam Kerja Dipakai Karaoke

Yudi Permana | 26 Juli 2025, 09:54 WIB
Ulah ASN Bikin Marah Bupati Gunungkidul Endah Subekti, Sebut Jam Kerja Dipakai Karaoke

Akurat.co, Jogja-Ulah aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Gunungkidul membuat Bupati Endah Subekti Kuntariningsih murka.

Hal tersebut disampaikan Bupati Endah Subekti pada sebuah acara.

Menurut Endah, ASN yang suka nongkrong-nongkrong, apalagi karokean pada saat masih jam kerja melukai masyarakat.

"ASN yang tidak punya hati nurani disaat rakyatnya hidupnya susah. Dia dibayar negara, jam kerja malah nyanyi-nyanyi seenaknya," tegas Endah.

Endah pun mengajak masyarakat, ibu-ibu untuk ikut mengawasi kinerja ASN di Gunungkidul.

"Ibu-ibu ikut awasi kinerja ASN kita. Dan melaporkan kepada bupati Gunungkidul langsung," terangnya.

Ia mengaku akan menindak para ASN yang kedapatan berkeliaran di bawah jam istirahat atau masih kerja.

Baca Juga: Dukungan dari Kakak Perempuan dan Kekasih jadi Sumber Kekuatan Hokky Caraka, Eksekusi Penalti di Semifinal AFF U-23 Dingin dan Berkelas

Entah itu nongkrong-nongkrong di warung makan, ngopi, dan lainnya. "Langsung foto dan WA-kan kepada saya, saya pastikan akan saya sikat sendiri," katanya.

Endah menekankan, bahwa semua harus memiliki komitmen yang sama untuk Gunungkidul.

"Kita harus mensyukuri nikmat Allah, disaat yang lain tidak punya pekerjaan, ASN yang diabayar negara, kemudian tak amanah, cabul, maka kewajiban kita semua untuk mengingatkannya," tuturnya.

Video Endah banting asbak ke pelaku penipuan ASN viral

Endah dikenal sosok yang tak senang dengan ketidakadilan. Sosoknya juga sempat viral saat memarahi pelaku penipuan ASN.

Dalam video yang diunggah Endah, ia tampak membanting asbak di depan pria berkepala plontos.

"Jangan menganggap saya bodoh," kata Endah di video itu.

"Nek ono wong ganggu rakyatku sampe deweke lecet kulite mungsuhe karo aku (kalau ada orang yang ganggu masyarakatku sampai dia lecet kulitnya, dia musuhku juga)," jelas Endah.

Pelaku diketahui berinisial BD asal Kediri, Jawa Timur. Endah sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian, Senin (14/7).

Dikonfirmasi soal ini, Endah mengatakan laporan ke polisi itu agar membuat pelaku jera.

"Sebenarnya tidak emosi. Supaya orang itu tidak kemudian (kembali) nama orang dicatut," kata Endah kepada wartawan di Polres Gunungkidul.

Baca Juga: Kece Badai, Memakai Boots Bupati Gunungkidul Endah Subekti Panen Terong 3 Kilogram, Wajibkan ASN Menanam di Pekarangan

Endah mengatakan jika pelaku dimaafkan maka ada kemungkinan dia akan mengulangi perbuatannya. Maka dari itu dia membawa kasus ini ke polisi.

Selain itu ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penipuan yang mungkin akan dilakukan lagi oleh BD.

"Supaya kejadian itu tidak berulang," jelasnya.

BD sudah mengakui perbuatannyan kepada Edah. Termasuk mengembalikan uang masyarakat.

"Dari pengakuannya memang dia menerima uang untuk memasukkan ASN, tetapi sudah mengembalikan juga. Tapi itu sudah jelas dia pelakunya," jelasnya.

Endah memastikan pelaku ini bukan warga Gunungkidul atau Bantul.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.