Segini Kerugian Petani Jika Aliran Air Selokan Van Der Wijck dan Mataram Dimatikan

Akurat.co, Jogja - Petani yang sehari-hari mengandalkan irigasi dari Selokan Van Der Wijck dan Mataram membeberkan jumlah kerugian jika aliran air dari dua selokan tersebut, benar-benar akan dimatikan Oktober nanti.
Selama ini ada lebih dari 17.734 ribu hektare lahan pertanian yang mengandalkan air dari Selokan Van Der Wijck dan Mataram.
Meskipun rencana pematian air hanya 2 pekan, tetap akan berimbas pada tanaman. Apalagi jika penutupannya dilakukan awal Oktober.
Tanaman padi yang panennya di akhir Agustus, tidak berani semai bibit karena tidak ada air.
Baca Juga: Aliansi Peduli Petani Sleman Curhat Ke DPRD DIY, Soal Apa?
Karena mau ditanam di akhir September juga akan mati. "Imbasnya bisa satu musim tanam berikutnya atau empat bulan petani tidak bisa menggarap sawahnya," kata Ketua Aliansi Peduli Petani Sleman Sutrisno, Selasa (26/08/2025).
Sutrisno lantas membeberkan jumlah kerugian jika aliran Selokan Van Der Wijck dan Mataram benar-benar akan dimatikan Oktober nanti.
Berdasarkan data, 17.734 ribu hektare lahan pertanian yang mengandalkan air dari kedua selokan tersebut.
Jika 1 hektar saja dikerjakan empat orang, artinya bisa menyerap 64 ribu tenaga kerja.
Jika dalam waktu tiga bulan, 64 ribu tenaga kerja tersebut digaji UMR sebesar Rp 2,3 juta/bulan, artinya penghasilan penduduk petani sleman mencapai Rp 164 miliar. Jika dikalikan tiga bulan, jadi Rp 469 miliar.
Dari hasil panen, jika per hektar menghasilkan uang Rp 40 juta/ha dikalikan 17.734 ribu hektare bisa menghasilkan Rp 680 miliar.
Jika ditotal dari UMR 3 bulan, maka kerugiannya mencapai Rp 1,1 triliun.
"Kami petani tidak butuh disediakan lapangan pekerjaan. Tapi cukup sediakan air saja. Biar kami yang bekerja dengan sendirinya," tegas Sutrisno.
Senada diungkapkan Herman JP Maryanto selaku sekretaris dari aliansi. Menurutnya, air adalah urat nadi. Hidup dan mati petani.
Baca Juga: Salak Sleman Siap Dinikmati Warga Kamboja, Begini Ceritanya
Bahkan, imbas dari pematian aliran selama sebulan tahun lalu, lahan miliknya masih mangkrak.
"Ada 1/8 hektare lahan non padi milik saya, yang tidak kali sudah tidak panen," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 79 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Nasib Kapten PSIM Musim Lalu Reva Adi, Jalani Pinjaman ke Klub Kalimantan
- 10Parlemen Pelajar, Sarana Pelajar Kota Jogja Mengenal Lebih Dekat Tugas Parlemen








