Jogja

Tekan Angka Stunting, Pemkab Sleman Lakukan Ini..

Yudi Permana | 11 September 2025, 17:06 WIB
Tekan Angka Stunting, Pemkab Sleman Lakukan Ini..

Akurat.co, Jogja - Sejumlah upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman salam menekan angka stunting.

Melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kembali menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) pencatatan dan pelaporan konvergensi Sunting tahun 2025.

"Monev ini memiliki arti strategis untuk memastikan program penurunan stunting berjalan sesuai target," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Kantor Kapanewon Sleman, Kamis (11/09/2025).

Selain Wakil Bupati, kegiatan juga dihadiri jajaran perangkat daerah, Kepala puskesmas, Kader TPK, KPM dan kader posyandu.

Baca Juga: Kabar Baik! RSUD Sleman Kini Miliki Klinik Gagal Jantung

Wabup mengungkapkan, monev tidak hanya menghasilkan laporan administrasi. Tetapi juga rekomendasi kebijakan yang konkret serta peningkatan kapasitas TPPS baik di tingkat kapanewon maupun kalurahan.

Menurut Wabup, upaya percepatan penurunan stunting merupakan kerja kolaboratif yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Seperti kader posyandu, guru PAUD, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat dan keluarga itu sendiri.

Selain memberi tahapan gizi dan layanan kesehatan, Pemkab Sleman juga berupaya untuk memberdayakan keluarga.

Termasuk edukasi perubahan perilaku, serta ketahanan sosial-ekonomi masyarakat untuk pemenuhan hak anak atas kesehatan, pemenuhan gizi dan lingkungan yang layak untuk anak.

Baca Juga: Wujudkan Kampus Bebas Narkoba, Presma UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Audiensi ke BNNK Sleman

Dari monev ini, diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor untuk terus berupaya meningkatkan kualitas intervensi gizi.

"Termasuk memperkokoh komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting, demi terwujudnya generasi Sleman yang sehat, cerdas dan berkualitas," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.