Pakar UMY Dukung Penerapan Zero ODOL 2027, Ungkap Fakta Mencengangkan Transportasi Indonesia

Akurat.co,Jogja-Pakar Kebijakan Tata Kelola Perkotaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP. mendukung penerapan zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) pada 2027.
Ia menilai kebijakan Zero ODOL merupakan langkah positif pemerintah dalam memperbaiki tata kelola transportasi sekaligus menegakkan prinsip keselamatan dan efisiensi logistik.
Menurutnya kebijakan tersebut sangat bagus jika diterapkan secara konsisten karena akan memberikan multiplier effect.
Baca Juga: Gubernur DIY Sri Sultan HB X Usulkan Pemanfaatan Teknologi Digital Atasi Masalah ODOL
"Seperti menurunkan angka kecelakaan, mengantisipasi kerusakan jalan akibat kelebihan beban kendaraan, dan memastikan kendaraan beroperasi sesuai standar,” ujarnya dikutip dari laman resmi UMY, Kamis (16/10/2025).
Terletak pada keseriusan dan pengawasan di lapangan
Eko menegaskan keberhasilan kebijakan Zero ODOL sangat bergantung pada keseriusan pemerintah dalam implementasi dan pengawasan di lapangan.
Ia menyoroti pentingnya pelaksanaan razia rutin, reaktivasi jembatan timbang, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas agar tidak mudah disuap.
Di sisi lain, sosialisasi yang komprehensif kepada masyarakat dan pelaku usaha juga menjadi kunci agar kebijakan ini tidak dianggap tiba-tiba atau merugikan.
Dari perspektif tata kelola publik, kebijakan Zero ODOL dinilai sebagai upaya penerapan prinsip good governance di sektor transportasi.
Baca Juga: 5 Fakta Terbaru 2 SPPG Yogyakarta Stop Operasi, Dana Operasional Tersendat
Melalui kebijakan ini, pemerintah memperkuat aspek transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi lintas lembaga dalam pengawasan angkutan barang.
Ia mengakui bahwa kebijakan Zero ODOL berpotensi menimbulkan kenaikan biaya logistik dalam jangka pendek, namun optimistis bahwa dampak jangka panjangnya akan memberikan efisiensi yang lebih besar bagi industri transportasi dan manufaktur.
Selain itu, Eko mendorong pemerintah untuk membangun terminal khusus barang yang berfungsi sebagai simpul pertemuan antar moda transportasi, sekaligus memperluas alternatif angkutan logistik seperti kereta api, kapal laut, dan pesawat kargo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi




