Jogja

Dihadiri Mendagri, Banda Heritage Festival 2025 jadi Upaya Melestarikan Warisan Sejarah di Banda Neira

M. Mubin Wibawa | 26 November 2025, 19:21 WIB
Dihadiri Mendagri, Banda Heritage Festival 2025 jadi Upaya Melestarikan Warisan Sejarah di Banda Neira

Akurat.co,Jogja-Event skala nasional, Banda Heritage Festival 2025 digelar di Banda Neira pada Rabu (26/11/2025).

Festival ini sebagai upaya melestarikan warisan sejarah di Banda Neira.

Sebagaimana diketahui tempat ini memiliki nilai historis karena sempat menjadi pengasingan tiga tokoh pendiri bangsa,Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo.

Festival turut dihadiri Mendagri Tito Karnavian. Tito tiba di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku sekitar pukul 13.00 WIT, Selasa (25/11/2025).

Kehadiran Tito mendapatkan perhatian luas masyarakat di sana, sampai kalangan akademisi.

Baca Juga: Marak Kasus Korupsi di Sleman, Inspektorat Terus Upaya Lakukan Pencegahan

Pengajar Filsafat Sejarah di Universitas Banda Neira, Rusdan Lataro mengatakan, bisa bercengkerama dengan salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) merupakan kesempatan langka.

Dia menyampaikan aspirasi agar kampus tersebut dapat didorong menjadi perguruan tinggi negeri.

Rusdan meyakini Tito Karnavian merupakan intelektual dengan rekam jejak pendidikan tinggi yang mumpuni.

Dia optimistis Tito memahami pentingnya pendidikan suatu daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perannya dalam mendorong kemajuan daerah.

“Kami berharap Mendagri dapat menyampaikan aspirasi ini ke kementerian terkait demi kemajuan pendidikan di Banda Neira," katanya.

Dalam rangkaian kunjungannya, Tito meninjau sejumlah situs budaya di Pulau Lontor, termasuk kawasan Parigi Tua dan Pohon Sejuta Umat yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Banda.

Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pelestarian warisan sejarah dan pengembangan potensi budaya serta pariwisata.

Baca Juga: Tiket Libur Nataru dadi Daops 6 Yogyakarta Masih Tersedia, Loh....

“Kepulauan Banda adalah mutiara sejarah bangsa. Budaya, arsitektur, dan narasi perjuangan yang terpelihara di sini merupakan warisan yang tidak boleh hilang. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung pemda dan masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan warisan ini agar dapat dikenal dunia,” ujar Tito.

Menurut mendagri, kunjungan ini menjadi momentum penting mempertegas kehadiran negara dalam pelestarian sejarah serta dalam pengembangan potensi budaya dan pariwisata Banda Neira.

Baca Juga: Lazismu UMY Salurkan Beasiswa Biaya Hidup kepada 230 Mahasiswa di Yogyakarta

“Festival Banda Heritage tidak sekadar seremonial, tetapi ruang kolaborasi agar sejarah Banda tetap hidup, dipelajari, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah siap memperkuat sinergi untuk memastikan Banda Neira menjadi kawasan budaya yang berdaya saing,” kata Tito.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri turut didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.