Update Pembangunan Tol Yogya-Bawen, Semarang-Jogja Nanti Cukup 1 Jam Saja

Akurat.co,Jogja-Pembangunan tol Yogyakarta-Bawen, Semarang terus dikebut. Proyek sepanjang 75,12 kilometer (km) ini tengah fokus pengerjaan pada Seksi 1 dan 6.
Seksi 1 menghubungkan Yogyakarta-Banyurejo. Sedang Seksi 6 Ambarawa-Bawen.
Laporan pada Oktober 2025, kedua seksi itu menembus progres tinggi yakni Seksi 1 capai 83 persen dan Seksi 6 mencapai 74 persen.
Dirut PT Jasamarga Jogja-Bawen, A.J Dwi Winarsa mengatakan, pembangunan tol Jogja-Bawen terdiri dari 6 seksi.
Seksi 1, Banyurejo-Sleman. Seksi 2 sampai ke Magelang. Seksi 3 sampai dengan Kota Magelang, Seksi 4 sampai dengan Temanggung.
Baca Juga: Mengenal Tol Yogyakarta-Bawen, Miliki Panjang 75,12 Km dengan Bujet Rp14 T, Siap Dilintasi pada 2026
"Seksi 5 Ambarawa, dan terakhir Seksi 6 sampai dengan Bawen," jelasnya dikutip dari keterangan di IG kominfo.jateng.
Ia menjelaskan, saat ini Seksi 1 sudah berkonstruksi dengan progress saat ini mencapai 83 persen.
"Seksi 6 juga sudah berkonstruksi, progress sampai dengan saat ini adalah 74 persen. Waktu tempuh setelah selesai nanti secara keseluruhan 75,12 km itu adalah kurang lebih 1 jam," katanya.
Menurutnya, jalan tol ini nantinya akan menjadi jalan tol yang panoramik, karena banyak pemandangan indahnya.
Dengan keberadaan tol Jogja-Bawen ini tentu akan mempercepat mobilitas.
Kalau biasanya Jogja-Semarang memakan waktu hingga 3 jam, maka dengan keberadaan tol, perjalanan bisa ditempuh sekitar 1 jam.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Menarik di Sekitar Tol Prambanan
Salah satu sopir truk Lilik Abidin mengharapkan pembangunan jalan tol Jogja-Semarang bisa cepat selesai.
"Jadi untuk pengguna jalan, khususnya mobil pribadi, dan juga truk lebih cepat," ujarnya.
Setiaji, warga yang ada di wilayah jalan tol juga berharap, keberadaan tol Jogja-Semarang membantu perputaran perekonomian.
"Harapannya, perekonomian jadi lebih mudah," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






