Usulan Mendagri Disetujui Presiden, 52 Daerah Terdampak Bencana Dapat Rp4 Miliar

Akurat.co,Jogja-Presiden Prabowo Subianto menyetujui alokasi tambahan anggaran penanganan bencana sebesar Rp4 miliar untuk masing-masing dari 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Kebijakan ini merupakan respons langsung presiden setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan banyak daerah terdampak bencana sudah kehabisan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) menjelang akhir tahun.
Dalam laporan kepada presiden, Mendagri Tito menyampaikan bahwa 52 kabupaten/kota dari tiga provinsi tersebut membutuhkan dukungan anggaran karena BTT daerah tidak lagi mencukupi untuk pemulihan bencana.
Baca Juga: Pemda DIY Kirim 840 Kg Obat-obatan ke Korban Bencana di Sumatera
“Ada 52 kabupaten dari tiga provinsi yang meminta bantuan,” kata Tito.
Awalnya, Tito mengajukan dukungan Rp2 miliar per kabupaten/kota. Namun setelah menerima laporan Mendagri secara langsung, Presiden Prabowo memutuskan untuk melipatgandakan dukungan anggaran menjadi Rp4 miliar per kabupaten, serta menambah Rp20 miliar untuk pemerintah provinsi.
"Mendagri, Anda minta Rp2 miliar? Saya kasih Rp4 miliar. Untuk provinsi, saya kasih Rp20 miliar," ujar Presiden Prabowo dalam forum Arahan Presiden RI terkait Penanganan dan Pemulihan Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar di Aceh, Minggu (7/12/2025).
Selain kebutuhan anggaran, Mendagri Tito juga melaporkan perlunya dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki kantor pemerintahan dan pelayanan publik yang rusak akibat bencana, mengingat banyak dokumen penting masyarakat tersimpan di dalamnya.
Tito juga meminta agar layanan administrasi seperti STNK yang berada dalam kewenangan polisi dan sertifikat lainnya dimudahkan bagi warga terdampak.
Dalam forum rapat gabungan pemerintah pusat dan daerah tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf turut meminta mendagri mengeluarkan surat edaran atau aturan agar pelaku usaha tidak menaikkan harga kebutuhan pokok, di tengah situasi bencana.
Baca Juga: UGM Kirim Tim Trauma Healing ke Lokasi Bencana di Aceh dan Sumatera
Muzakir melihat harga sembako di lapangan mengalami kenaikan yang tak wajar. “Mohon bantuan mendagri, ini harga-harga naik tidak wajar,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga meminta mendagri untuk memastikan seluruh kepala daerah tetap berada di wilayahnya dan tidak mengabaikan rakyat yang sedang dalam situasi darurat bencana.
“Tolong mendagri. Bupati yang kabur saat bencana, kalau di tentara namanya desersi,” tegas presiden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









