Jogja

Lebih dari 400 Ribu Wisatawan Pilih Sleman untuk Liburan Akhir Tahun

Yudi Permana | 5 Januari 2026, 17:58 WIB
Lebih dari 400 Ribu Wisatawan Pilih Sleman untuk Liburan Akhir Tahun

Akurat.co, Jogja - Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat, sebanyak 484.062 wisatawan menghabiskan libur Natal dan akhir tahun mereka di sejumlah objek wisata di Kabupaten Sleman.
 
Angka ini terhitung sejak tanggal 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Dari jumlah tersebut, wisatawan terbanyak ada pada Sabtu (27/12/2025) dengan 104.008 wisatawan dan Minggu (28/12/2025) dengan 117.111 wisatawan.
 
Sebelumnya Dispar mentargetkan 300 ribu wisatawan pada libur momen libur akhir tahun ini. Lebih rendah dibandingkan target periode sebelumnya.
 

"Kondisi ekonomi masyarakat jadi salah satu pertimbangan kami dalam menurunkan target jumlah wisatawan di libur akhir tahun ini," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, Senin (05/01/2026).

Meski demikian, angka kunjungannya justru mampu melampaui target. Tarif yang terjangkau diyakini jadi salah satu alasan wisatawan memiliki Sleman untuk berwisata.

Hal lain karena adanya fenomena microtourism juga cukup mempengaruhi. Fenomena berwisata dengan fokus pada perjalanan skala kecil, jarak dekat dan durasi singkat.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk berwisata yang dekat saja. Dengan asumsi biaya lebih terjangkau, tidak terlalu lama, dan kebutuhan akan berwisata terpenuhi. "Fenomena ini jadi bukti nyata dari konsep value for money," katanya.
 

Beragamnya objek wisata juga jadi salah satu penyebab kenapa Sleman masih jadi salah satu tujuan wisata.

Dalam momen libur akhir tahun kemarin, Dispar Sleman juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan pada saat libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2026.

SE bernomor 003/1986 Tahun 2025 tersebut ditujukan kepada GM Candi Prambanan dan Ratu Boko, PT TWC/In Journey Destination Management, Ketua BPC PHRI Sleman, Ketua IHGMA Sleman, pengelola hotel dan restoran serta wisata di Sleman. Seperti jeep wisata, desa wisata hingga pusat perbelanjaan.

Hal yang ditekankan dalam SE ini memastikan pelaksanaan SOP, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di destinasi pariwisata dan usaha wisata secara ketat. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.