Akurat.co, Jogja - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, setidaknya 87 rumah sakit di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat berhenti beroperasi imbas dari banjir bandang. Dari jumlah tersebut, sembilan diantaranya benar-benar sudah tutup total.
"Tidak bisa beroperasi karena lumpurnya segini (sebadan, red)," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Yogyakarta, Kamis (08/01/2025).
Tahap recovery juga langsung dilakukan tim dari Kemenkes. Setelah rumah sakit, tim langsung menyasar puskesmas. Dari 1.268 puskesmas, 850 diantaranya berhenti.
Selain lumpurnya yang tinggi, kondisinya sudah berantakan. Bahkan ada yang rubuh. Saat ini sebagian sudah mulai kembali beroperasi meski tidak penuh.
Karena sejumlah fasilitas penunjangnya rusak. Namun sudah bisa melayani pasien.
Tahap recovery total ditargetkan akan mulai Maret ini. Dari seluruh puskesmas dan rumah sakit.
Contohnya apa? Ambulan rusak. Ada mungkin 205 unit. Kemenkes sudah kirim montir dari dealer mobil ambulans untuk melakukan perbaikan.
"Yang paling cepat sejak dua minggu yang lalu kami sudah datang ke Astra, Daihatsu, KIA, Isuzu kirimin montir. Jadi kirimin montir tuh, Toyota Home Service datang ke sana," jelasnya.
Dari 205 unit tersebut, setidaknya yang 50 sudah selesai diperbaiki. Selebihnya ada 80an unit yang sedang proses perbaikan di bengkel karena turun mesin.
Selain itu, teknisi alat kesehatan juga diterjunkan untuk memeriksa alat mana yang benar-benar rusak. Dan mana yang masih bisa diperbaiki.
"Yang sudah rusak nanti kami masukin ke anggarannya. Kita sudah hitung, setidaknya membutuhkan sekitar Rp 500 miliar. Sudah kita ajukan supaya bisa cepat ada penggantian. Agar alat-alat yang rusak karena banjir bisa kita ganti," urainya.
Tak hanya perbaikan alkes, anggaran Rp 500 miliar juga diproyeksikan untuk revitalisasi faskes. Seperti tempat tidur karena banyak yang hilang.
"Kami banyak butuh tempat tidur, ada yang kasurnya hilang, kasurnya rusak. Komputer itu hampir semua nggak bisa perbaiki, butuhnya ribuan komputer. Kita butuh mebel-mebel itu juga udah nggak bisa diperbaiki," jelasnya.