Jogja

Muncul PMK, Balai Besar Veteriner Segera Ambil Sampel

Yudi Permana | 4 Februari 2026, 14:25 WIB
Muncul PMK, Balai Besar Veteriner Segera Ambil Sampel

Akurat.co, Jogja - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pernah menjadi momok bagi sebagian besar peternak di Indonesia.

Meski tidak sampai menimbulkan kematian, PMK mudah sekali menular.

Apalagi jika kandangnya tidak sering dibersihkan. Selain itu, musim hujan membuat penularan virus jadi lebih cepat. Karena kondisinya yang lembab.

"Sifat virus itu tahan lebih lama kalau musim dingin. Karena dalam kondisi suhu dingin, biasanya virus akan lebih tahan lama dibandingkan musim panas. Karena dengan panas matahari, virus akan mati dengan sendirinya," kata Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Nur Saptahidhayat, Rabu (04/02/2026).

Baca Juga: Tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen Siap Beroperasi pada Arus Mudik Lebaran 2026

Penularan virus PMK bisa lewat udara. Seperti flu pada manusia. Lewat droplet dan bisa diterbangkan dengan angin hingga radius 100 meter.

Untuk itu, jika ternak sudah terkena PMK maka harus segera diisolasi. Dipisahkan agar tidak menular ke ternak yang lain. Kalau untuk pencegahan dengan vaksinasi.

"Hal yang tidak kalah penting adalah kebersihan kandang. Kemudian disemprot dengan desinfektan," jelasnya.

Ketika ada PMK, BBVet akan langsung menerjunkan tim ke lokasi yang ada kasus. Selanjutnya diambil sampelnya dan dikonfirmasi apakah memang itu PMK atau tidak. Pengambil sampel melalui swab dan juga darah.

Baca Juga: Siap Layani Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta Gelar Ramp Check

Dia menegaskan, langkah pertama yang dilakukan peternak ketika menemui ternaknya terkena dugaan PMK adalah isolasi. Segera pisahkan dari sapi-sapi yang lain.

Kemudian dilakukan pengobatan-pengobatan dulu. Dan yang kelas jangan sampai dijual.

"Kata kuncinya jangan sampai dijual. Sebenarnya PMK itu kalau berdiri sendiri atau tidak ada penyakit lain, masih bisa diobati. Kita bisa beri terapi antibiotik. Yang penting jangan sampai copot kukunya dulu, itu dirawat. Kukunya dirawat, kemudian segera dilakukan pengobatan, itu biasanya masih bisa sembuh," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.