Jogja

Berburu Takjil di Pasar Ramadhan Masjid Ngadinegaran, Banyak Jajanan Hits Kreasi Anak Muda

Haris Ma'ani | 19 Februari 2026, 11:05 WIB
Berburu Takjil di Pasar Ramadhan Masjid Ngadinegaran, Banyak Jajanan Hits Kreasi Anak Muda

Akurat.co,Jogja-Aulia Putri adalah salah satu pedagang di Pasar Ramadhan Masjid Ngadinegaran, Kota Jogjakarta.

Berjualan di Peken Sonten atau Pasar Sore Masjid Ngadinegaran, Aulia menyediakan kuliner hits anak-anak muda.

Ia menjual kimbab hingga puding pada pasar yang untuk pertama kalinya dibuka selama Ramadhan ini.

Baca Juga: Kampung Ramadhan Jogokariyan ke-22 Resmi Dibuka, 400 Pedagang Manjakan Masyarakat selama Bulan Puasa

"Saya berterima kasih adanya Pasar Sore Masjid Ngadinegaran. Dengan adanya pasar sore ini, bisa meningkatkan perekonomian UMKM di Mantrijeron," ungkapnya.

Sosok yang akrab disapa Lia ini juga menyebut, keberadaan pasar bisa meningkatkan kreativitas anak muda. Yang muda-muda banyak yang ikut," terangnya.

Pedagang tak dipungut biaya alias gratis

Ketua Panitia Ramadan Masjid Ngadinegaran, Hamim Nurudin menyampaikan Peken Sonten di Masjid Ngadinegaran pertama kali diadakan atas inisiasi remaja masjid.

Dia menyebut antusiasme masyarakat tinggi. Awalnya jumlah pendaftar lebih 200.

Namun penyelenggara baru bisa menyediakan 45 lapak. Hamim menilai sebenarnya lokasi itu strategis sekali bahwa Pasar Sore berada di sumbu filosofi.

"Kami informasikan bahwa pasar sore ini tidak dipungut biaya, artinya gratis. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi untuk pemberdayaan masyarakat sekitarnya," papar Hamim.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengapresiasi keberadaan pasar saat membuka kegiatan pada Rabu (18/2/2026) sore.

Baca Juga: Satpol PP Sleman Sebut 2 Waktu Krusial saat Ramadhan Jadi Pemicu Kebakaran

"Atas nama Pemkot Yogyakarta memberikan apresiasi yang tinggi untuk Takmir Masjid Ngadinegaran dan panitia penyelenggaraan Peken Sonten untuk kali pertama," ujarnya.

Kegiatan itu menjadi upaya meningkatkan ekonomi UMKM di Kemantren Mantrijeron.

"Jadi masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi masjid juga bisa menjadi sentra ekonomi, penggerak ekonomi. Ini menjadi suatu hal yang perlu kita apresiasi," kata Wawan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H