Jogja

Satu Dekade Kerja Sama DIY dan Shanghai, Sultan Ingin Lebih Erat Lagi

Haris Ma'ani | 27 Februari 2026, 13:01 WIB
Satu Dekade Kerja Sama DIY dan Shanghai, Sultan Ingin Lebih Erat Lagi
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat menerima kunjungan Konsul Jenderal China, Ye Su, (foto: dok.pemda diy)

Akurat.co,Jogja-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menjalin kerja sama sister province dengan Kota Shanghai, China, sejak 2016.

Kerja sama sister province antara DIY dan Shanghai dimulai sejak 2016 dan diperbarui pada tahun 2023 lalu.

Tepat di 10 tahun kerja sama, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menginginkan kolaborasi yang lebih erat lagi.

Baca Juga: Sri Sultan Ingatkan Pentingnya Integritas Pers, Jangan Sampai Opini Mengalahkan Fakta

“Bapak Gubernur berkeinginan memperdalam kerjasama DIY dan Shanghai," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail.

Gayung bersambut. Sewaktu Sri Sultan menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal China, Ye Su, Kamis (26/2/2026), pihak China juga menginginkan hal sama.

"Dan saat pertemuan, Ngarsa Dalem juga mengungkapkan kepada Konjen RRT, mohon untuk difasilitasi. Dan gayung bersambut, dari pihak RRT sendiri memang menginginkan hal yang sama,” ujar Ghofar.

Shanghai kota berukuran provinsi

Ghofar menuturkan, Shanghai merupakan suatu kota dengan ukuran seperti provinsi, karena jumlah penduduknya sekitar 25juta orang.

Shanghai juga menjadi kota metropolitan yang merupakan pusat perdagangan, bisnis, investasi, pariwisata, dan juga pendidikan.

Karena itulah, DIY ingin meningkatkan kerjasama dengan Shanghai ini.

Menurut Ghofar, rencana realisasi pengembangan kerjasama ini akan segera dilakukan di bulan-bulan ke depan.

Selanjutnya, dimungkinkan adanya kunjungan dari pemerintah China ke DIY dan kunjungan dari DIY ke Shanghai.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Pertemuan Xanana Gusmao dengan Sri Sultan HB X, Kunjungan Pertama, Terkesan Masih Banyak Sawah di Jogja

“Kalau bidang yang dikembangkan, sesuai dengan MOU adalah ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan kebudayaan," ungkap Ghofar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.