Jogja

Sleman Petakan 7 Jalur Alternatif untuk Mudik Lebaran 2026

Atiek Widyastuti | 2 Maret 2026, 17:18 WIB
Sleman Petakan 7 Jalur Alternatif untuk Mudik Lebaran 2026
Salah satu jalur alternatif di Kabupaten Sleman. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman telah memetakan rute-rute rawan macet serta jalur alternatif saat momen Lebaran 2026.

Dishub Sleman telah memetakan ada tujuh jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan pemudik. Di jalur-jalur tersebut juga telah terpasang rambu petunjuk.

"Untuk titik jalur alternatif, kurang lebih sama dengan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 kemarin," kata Kadishub Sleman Heri Kuntadi, Senin (02/03/2026).

Sampai saat ini, koordinasi dengan lintas sektoral terus dilakukan Dishub Sleman. Sebelum nantinya ada penerapan teknis di lapangan.

Baca Juga: Dishub Sleman Sebut 13 Titik Rawan Kecelakaan, Wisatawan Harap Waspada

Berikut 7 jalur alternatif di Kabupaten Sleman :

1. Magelang – Jogja melalui ruas Jalan Simpang Pasar Tempel - Batas Kota sepanjang 22,4 kilometer.

2. Solo – Jogja melalui Jalan Berbah Kalasan - Simpang Blok O sepanjang 9 kilometer.

3. Wates – Magelang melalui Simpang Tiga Klangon - Simpang empat Tempel sepanjang 22 kilometer

4. Menuju Breksi melalui simpang Pasar Prambanan - Breksi sepanjang 5,4 kilometer.

Baca Juga: Dishub Sleman Pasang Rambu Batas Kecepatan di 3 Lokasi Ini

5. Wates–Jogja melalui Simpang Klangon - Simpang Empat Pelemgurih sepanjang 15 kilometer.

6. Magelang - Prambanan melalui simpang Pasar Tempel - Simpang Ramayana Bogem sepanjang 30,6 kilometer.

7. Khusus bus lewat Magelang - Prambanan melalui simpang Pasar Tempel - Simpang Proliman Bogem sepanjang 28,5 kilometer.

"Pemudik dapat memanfaatkan jalur-jalur tersebut untuk mengurai kepadatan di ruas utama selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.