Jogja

Kenapa Masyarakat RI Suka Memakai Baju Baru dan Seragam saat Lebaran? Dosen UGM Ungkap Alasannya

Tegar Wahyudi | 27 Maret 2026, 13:06 WIB
Kenapa Masyarakat RI Suka Memakai Baju Baru dan Seragam saat Lebaran? Dosen UGM Ungkap Alasannya
Potret ilustrasi momen lebaran. (foto: unsplash/muneebmalhotra)

Akurat.co,Jogja-Momen Idulfitri suka dirayakan masyarakat Indonesia dengan baju baru dan seragam.

Tak heran pusat perbelanjaan busana umumnya akan ramai menjelang hari raya. Termasuk marketplace.

Dosen Antropologi Budaya UGM, Dr. Sita Hidayah mengungkap alasan di balik fenomena tersebut.

Baca Juga: Catet, Ini 3 Pasar Tradisional di Jogja yang Paling Banyak Dikunjungi selama Libur Lebaran 2026

Sosok yang juga akrab dipanggil Mbak Sita menyampaikan, bahwa tren baju baru dan seragam keluarga pada perayaan idulfitri merupakan persepsi sosial yang wajar.

Fenomena ini juga didukung dengan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat.

"Masyarakat memaknainya sebagai ekspresi kegembiraan dan persatuan untuk berkumpul bersama keluarga yang dilakukan satu tahun sekali," katanya dilansir dari laman resmi UGM, Jumat (27/3/2026).

Alami pergeseran nilai

Sayangnya, Sita menyebutkan sekarang ini terdapat pergeseran nilai lebaran.

Paling tampak adalah pada sisi konsumerisme. Dahulu, penggunaan baju baru saat lebaran sudah menjadi suatu hal yang sangat istimewa.

Namun, sekarang beberapa masyarakat sering menonjolkan aspek pamer dan tren semata.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Dosen UGM Ingatkan Harga Pangan Bisa Naik

Padahal, kata dia, momen idulfitri seharusnya menjadi momen yang bagus dan bermakna untuk kembali mengingatkan, tidak hanya memperbaiki hubungan baik dengan Allah tetapi juga dengan orang-orang terdekat.

"Harusnya bisa dijadikan momen membangun kebersamaan dan solidaritas sosial yang lebih tinggi,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.