Jogja

Penjabat Sekda Kota Jogja: Pembersihan Malioboro bukan Sesaat tapi Berkelanjutan

Haris Ma'ani | 8 April 2026, 07:21 WIB
Penjabat Sekda Kota Jogja: Pembersihan Malioboro bukan Sesaat tapi Berkelanjutan
Pemkot Jogja kembali melakukan kegiatan bersih-bersih kawasan Malioboro. (foto: pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Penjabat Sekda Kota Jogja, Dedi Budiono menegaskan pembersihan Maliobori bukanlah gerakan sesaat.

Gerakan bersih-bersih Malioboro adalah berkelanjutan dan terprogram.

Pemerintah kota Jogja ingin memastikan kawasan Malioboro nyaman bagi wisatawan dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan kerja bakti di kawasan Malioboro, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Kini Malioboro Benar-benar Bebas Asap Rokok, PKL, dan Pengamen

“Kita ingin menjaga konsistensi gerakan ini. Setiap Selasa dan Jumat kita lakukan kerja bakti, baik di kantor maupun di luar.

Kali ini kita fokus di Malioboro karena sudah sekitar satu bulan sejak terakhir dibersihkan sebelum puasa,” ujarnya.

Berbagai titik menjadi sasaran pembersihan, mulai dari area parkir andong dan becak yang kerap menimbulkan bau, trotoar, hingga area di bawah pepohonan.

Penyemprotan juga dilakukan untuk menghilangkan aroma tidak sedap serta menjaga kebersihan lingkungan.

Kerja bakti dilakukan mulai dari kawasan Malioboro hingga Margomulyo dan berakhir di titik nol kilometer.

Kawasan bebas rokok masih ada puntung

Dedi masih menemukan puntung dan bungkus rokok di kawasan Malioboro, meskipun area tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok.

"Ini harus menjadi kesadaran bersama, baik masyarakat maupun wisatawan.

Kita sudah menyediakan tempat khusus merokok, jadi di kawasan ini sebaiknya benar-benar bebas rokok,” katanya

Baca Juga: Full Pedestrian di 2026, Kendaraan BBM Tidak Boleh Melintas di Jalan Malioboro

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menyampaikan, kerja bakti juga menjadi upaya membudayakan gotong royong di masyarakat.

“Kita membiasakan kerja bakti sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Momentum Selasa dan Jumat ini kita manfaatkan untuk bergerak bersama, apalagi bertepatan dengan Selasa Wage,” jelasnya.

Kegiatan ini juga melibatkan seluruh perangkat daerah/unit kerja di lingkungan Pemkot Yogyakarta, instansi vertikal, komunitas, hingga pelaku usaha termasuk melibatkan berbagai unsur aparat kepolisian dan TNI, serta komunitas dan paguyuban di kawasan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.