Kisah Husein Sastranegara yang Gugur di Gowongan Lor Jogja, Kini Dibangunkan Monumen

Akurat.co,Jogja- Monumen Komodor Muda Udara (Anumerta) Husein Sastranegara di Gowongan Lor, Yogyakarta, diresmikan Selasa (7/4/2026).
Peresmian oleh Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU), Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, menandai bertambahnya tujuan wisata, khususnya wisata edukasi.
Peresmian dihadiri Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X dan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Marsekal Muda Donald Kasenda mengatakan, monumen yang dibangun diharapkan mampu menanamkan semangat juang, keberanian, dan pengabdian Komodor Muda Udara (Anumerta) Husein Sastranegara serta teknisi Rukidi kepada generasi masa kini dan masa depan.
Baca Juga: Mempelajari Jawa dan Indonesia di Museum Ullen Sentalu Jogja, Wisata Edukasi yang Instagramable
"Keberadaan monumen ini dapat menjadi sarana edukasi sejarah, sumber inspirasi, ruang refleksi bagi masyarakat," katanya.
Paku Alam X mengatakan, monumen diharapkan menjadi pengingat bagi generasi saat ini dan yang akan datang tentang pentingnya nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air.
"Kita ingin memastikan bahwa semangat juang para pahlawan tidak hanya dikenang, tapi juga diwariskan dalam bentuk tindakan nyata untuk membangun bangsa,” ucap Paku Alam X.
Dalam kesempatan sama, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan Pemkot mendukung pembangunan Monumen Komodor Muda (Anumerta) Husein Sastranegara.
Sejak awal Pemkot Jogja melakukan koordinasi dengan Gubernur AAU dan Gubernur DIY untuk mendukung penuh pembangunan Monumen Husein Sastranegara.
Baca Juga: Larangan Study Tour Jawa Barat Pengaruhi Kunjungan ke Destinasi Wisata Edukasi di Jogja
Terutama dari sisi penyiapan lokasi pembangunan monumen yang ada di kompleks Panti Asuhan Anak Telantar Wiloso Projo di bawah naungan Pemkot Yogyakarta.
"Saya kira di sini sebagai material teaching sebagai materi pembelajaran untuk generasi muda, apalagi di sini juga untuk (Panti) Forum Anak itu juga cocok sekali,” kata Hasto usai peresmian.
Kisah heroik Husein Sastranegara
Pada tanggal 26 September 1946, Komodor Muda Udara Husein Sastranegara mendapat tugas untuk melaksanakan uji terbang menggunakan pesawat Cukiu peninggalan Jepang.
Rencana pesawat digunakan membawa Perdana Menteri Sutan Syahrir dari Yogya ke Malang untuk mendukung kelangsungan Pemerintahan Republik Indonesia saat itu.
Dalam uji terbang itu pesawat mengalami kecelakaan dan jatuh di Gowongan Lor. Husein gugur bersama teknisi pesawat atau juru mesin udara, Rukidi.
Perwakilan Keluarga Komodor Muda Udara (Anumerta) Husein Sastranegara, Marsma TNI Reza Ranesa Sastranegara, yang juga Komandan Lanud Abdulrachman Saleh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AU, AAU, Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta atas terwujudnya monumen itu.
Baca Juga: Nara Kupu Jogja, Wisata Edukasi Ramah Anak yang Lengkap di Sleman
Mewakili keluarga, ia merasa bangga pembangunan monumen sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Komodor Muda (Anumerta) Husein Sastranegara.
“Monumen ini memiliki makna sangat penting bagi kami. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









