Jogja

Sri Sultan Berpesan untuk 'Gemi Nastiti Ngati-ngati Hadapi Ekonomi Digital, Apa Artinya?

Haris Ma'ani | 23 Mei 2026, 08:18 WIB
Sri Sultan Berpesan untuk 'Gemi Nastiti Ngati-ngati Hadapi Ekonomi Digital, Apa Artinya?
Ilustrasi ekonomi digital. (foto: unsplash/edikurniawan)

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY sekaligus Raja Ngayogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menitipkan pesan untuk 'gemi, nastiti, dan ngati-ngati' di era ekonomi digital.

Pesan ini disampaikan Sri Sultan dalam Special Speech pada Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Jumat (22/5).

Sri Sultan mengatakan falsafah Jawa “Gemi, Nastiti, Ngati-ati” memiliki relevansi yang semakin kuat di era ekonomi digital saat ini.

Baca Juga: Parkir Abu Bakar Ali Dijadikan Ruang Terbuka Hijau, Sri Sultan Mau Jangan Banyak Bangunan

Dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Gemi dimaknai sebagai kemampuan menahan konsumsi demi tujuan jangka panjang.

Nastiti menjadi kecermatan dalam mengambil keputusan finansial, sedangkan Ngati-ati merupakan kewaspadaan terhadap risiko-risiko keuangan yang sering kali tidak terlihat di balik kemudahan layanan digital.

Sri Sultan menilai, derasnya promosi konsumsi instan dan skema “beli sekarang bayar nanti” membuat pengendalian diri menjadi kompetensi penting bagi masyarakat modern.

Kebebasan finansial, menurutnya, bukan terletak pada kemampuan membeli, melainkan kemampuan menahan diri.

“Literasi keuangan sejati harus menyentuh akar masyarakat, agar remaja, pedagang, petani, hingga perempuan kepala keluarga di perdesaan dapat sejahtera tanpa jeratan bunga dan matang dalam mengelola keuangannya,” ujarnya.

Alarm penting pinjaman online

Dalam kesempatan ini, Sri Sultan juga menyampaikan agar masyarakat semakin waspada terhadap risiko finansial di era digital.

Tingginya tingkat pinjaman online, kata Sri Sultan, menjadi alarm penting bagi masyarakat.

Diketahui outstanding pinjaman online nasional hingga Maret 2026 telah mencapai Rp101,03 triliun dengan lebih dari 26 juta peminjam aktif.

Dalam kesempatan sama, Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu menyatakan transaksi digital dan produk investasi berkembang sangat cepat, sementara daya tahan literasi masyarakat belum tumbuh seimbang.

Baca Juga: Mapolda DIY Resmi Dibangun, Sri Sultan: Pusat Lahirnya SDM yang Humanis

Karena itu, Finfest 2026 diharapkan menjadi gerakan kolektif membangun generasi yang memiliki ketahanan finansial, empati sosial, serta kemampuan memitigasi risiko di masa depan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai tetap kuat. Hal tersebut terlihat dari berbagai indikator ekonomi yang terus tumbuh, mulai dari indeks keyakinan konsumen, penjualan kendaraan bermotor, konsumsi BBM, penjualan listrik, hingga konsumsi semen domestik.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, tertinggi sejak kuartal III-2022.

Pertumbuhan tersebut ditopang kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, serta konsumsi pemerintah yang semakin efisien dan produktif.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.