Cerita di Balik Khitan Gratis PLN DIY, Konsol dan Bingkisan Bikin Anak Tak Merasa Sakit

Akurat.co,Jogja- Ada cerita menarik di balik khitan gratis yang diadakan Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta.
Khitan yang identik suasana horor karena cerita sakit, tak tampak dalam penyelenggaraan yang diadakan di Klinik Utama RH Medika, Yogyakarta, Senin (29/6/2026) pagi wib.
Di antara mereka adalah Rofi Hatta Al Fajri Pracoyo, bocah berusia 12 tahun yang baru duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
Didampingi sang ayah, Dwi Pracoyo (60), Rofi menjadi satu dari 51 anak yang mengikuti Program Khitan Sehat Anak Soleh dalam rangka Program Tematik Muharram Berkah 1448 Hijriah.
Bagi Dwi, hari itu bukan sekadar mengantarkan putranya menjalani khitan.
Baca Juga: Khitan Gratis PMI Sleman, Peserta Bebas Pilih Hari
Ada rasa syukur yang sulit disembunyikan. Sehari-hari ia bekerja sebagai petugas kebersihan di Masjid Nurul Hujjaj, Jalan Imogiri Barat, Bantul.
Dengan penghasilan yang terbatas, program khitan gratis tersebut menjadi bantuan yang sangat berarti bagi keluarganya.
"Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Kegiatan ini menjadi ajang menjalin ukhuwah dan silaturahmi dengan sesama muslim.
Yang paling penting, anak saya bisa menjalankan kewajiban sebagai laki-laki muslim," tuturnya.
Kekhawatiran yang sempat muncul sebelum tindakan medis pun perlahan sirna.
Dwi bercerita, putranya sama sekali tidak mengeluhkan rasa sakit.
Justru setelah proses khitan selesai, Rofi tampak menikmati berbagai fasilitas yang disediakan panitia.
Salah satu yang paling menarik perhatian anak-anak adalah konsol permainan yang disediakan Klinik Utama RH Medika.
Fasilitas tersebut menjadi hiburan sederhana yang efektif mengalihkan rasa tegang sebelum maupun sesudah tindakan khitan.
Tawa dan sorak kecil terdengar dari sudut ruangan, menghadirkan suasana yang jauh dari kesan menakutkan.
Cerita serupa datang dari Septian, seorang baker asal Jetis, Bantul.
Bersama putranya, Naka yang berusia enam setengah tahun, ia datang ke lokasi sejak pukul 07.30 wib.
Meski pagi masih cukup dini, antrean peserta sudah mulai memenuhi area pelayanan.
Bagi Septian, pengalaman khitan kali ini jauh dari bayangan yang selama ini identik dengan rasa takut.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan menyenangkan sehingga anak-anak tetap bersemangat mengikuti setiap proses.
"Seru sekali. Anak saya malah semangat dan ceria dari awal sampai selesai," katanya sambil tersenyum.
Menariknya, keinginan untuk dikhitan justru datang dari Naka sendiri.
Anak yang saat ini memasuki jenjang sekolah dasar itu telah meminta kepada orang tuanya agar dapat menjalani khitan selama masa libur sekolah.
Program Khitan Sehat Anak Soleh tahun ini diikuti oleh 51 anak dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari karyawan dan karyawati PT PLN (Persero) melalui YBM PLN.
Baca Juga: PLN DIY Adakan Khitan Gratis 51 Anak
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan bahwa program ini menjadi bukti nyata bagaimana amanah zakat dari insan PLN dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Deri menyampaikan, kegiatan khitan merupakan bagian dari Program Tematik YBM PLN Muharram Berkah 1448 Hijriah dan menjadi wujud nyata amanah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari karyawan dan karyawati PLN.
"Melalui program ini, kami ingin hadir untuk meringankan beban masyarakat serta mendukung tumbuh kembang anak-anak menjadi generasi yang sehat, saleh, cerdas, dan membanggakan keluarga, agama, serta bangsa," ujarnya.
Ketua YBM PLN UID Yogyakarta, Hendro Atmoko, menambahkan bahwa khitan massal merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan pada momentum Muharram sebagai bentuk konsistensi YBM PLN dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat pegawai secara amanah.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya
- 10Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman









