BPJS Kesehatan Dorong Peserta JKN Hidup Lebih Sehat Lewat Gerak Sehat Prolanis

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 352 peserta mengikuti semarak gerak sehat Prolanis dalam rangka memperingati HUT ke-58, BPJS Kesehatan di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (10/07/2026).
Peserta adalah yang masuk dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari 24 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Sleman dan tergabung dalam 40 klub Prolanis Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT).
Semarak Gerak Sehat Prolanis menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-58 BPJS Kesehatan sekaligus wujud komitmen dalam memperkuat upaya promotif dan preventif bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Irfan Qadarusman mengatakan, Semarak Gerak Sehat Prolanis tidak hanya menjadi rangkaian peringatan HUT ke-58 BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Tetap Terkena Biaya Meski Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Mengapa Bisa Demikian?
Tetapi juga merupakan upaya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya peserta JKN.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peserta JKN. Khususnya peserta Prolanis, agar semakin membudayakan pola hidup sehat melalui upaya promotif dan preventif," ujar Irfan.
Pada kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga mulai memperkenalkan Gerak Sehat Peserta Prolanis 335 (GSP 335) sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang mudah diterapkan oleh peserta JKN.
GSP 335 merupakan metode jalan kaki secara interval, yaitu tiga menit berjalan santai dilanjutkan tiga menit berjalan cepat, yang dilakukan secara berulang sebanyak lima set atau selama 30 menit.
Baca Juga: Polemik 11 Juta Penerima PBI-JKN Nonaktif, Pakar UGM: Buruknya Komunikasi Pemerintah
Menurut Irfan, GSP 335 dirancang agar mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran sekaligus mengendalikan penyakit kronis.
"Aktivitas fisik ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dengan penyakit kronis. Khususnya Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta membantu mencegah terjadinya komplikasi maupun keparahan penyakit," kata Irfan.
Rangkaian Semarak GSP diawali dengan Senam GSP yang diikuti seluruh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan yang mengangkat tema Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Indonesia. Materi disampaikan oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes, R. Bowo Pramono,
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup peserta JKN.
Sinergi dan kolaborasi yang terjalin selama ini telah membuahkan hasil yang membanggakan. Salah satunya dengan diraihnya penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Pemerintah Pusat karena cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sleman telah mencapai lebih dari 98 persen.
Baca Juga: Ribuan Peserta PBI-JKN di Kota Jogja Diaktifkan Kembali, Pengurusan Bisa di MPP
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan kepesertaan hingga mencapai 100 persen.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui pendataan dan penyisiran terhadap masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar seluruh warga yang berhak dapat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.
"Tekad Pemerintah Kabupaten Sleman adalah berupaya semaksimal mungkin mencapai target kepesertaan JKN sebesar 100 persen. Saat ini masih terdapat sekitar dua persen warga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN," kata Harda.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan BPJS Kesehatan Cabang Sleman dapat terus berjalan sehingga kualitas pelayanan kesehatan dan manfaat Program JKN dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Kabupaten Sleman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









