Gubernur DIY : Digitalisasi Harus Bisa Hidupkan UMKM

Akurat.co, Jogja - Transformasi digital di lingkungan pemerintahan tidak semestinya sekadar menjadi ajang perlombaan membuat aplikasi baru. Lantaran kemajuan teknologi akan kehilangan maknanya jika hanya membebani masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-DIY di Grand Hotel De Djogja, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan yang dihadiri bupati dan walikota dari lima kabupaten/kota di DIY tersebut, Sultan menegaskan jika ukuran bukan hanya jumlah aplikasi. Melainkan kepada pemanfaatan.
“Ukurannya bukan semata-mata berapa banyak aplikasi yang dibangun atau kartu yang diterbitkan. Melainkan pada kemudahan nyata bagi masyarakat. Teknologi wajib memudahkan warga, bukan memindahkan beban pelayanan kepada warga,” tegas Sri Sultan.
Secara khusus, Sri Sultan mengingatkan agar kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, masyarakat dengan keterbatasan perangkat, serta wilayah blank-spot harus tetap mendapatkan pelayanan yang ramah dan layak. Inklusivitas diposisikan sebagai syarat mutlak dalam perubahan tata kelola pemerintahan.
Selain inklusivitas pelayanan, Sri Sultan juga menyentil fenomena ego sektoral dalam pengembangan sistem birokrasi.
Gubernur DIY ini meminta seluruh bupati, walikota, dan perangkat daerah di DIY untuk memastikan tidak ada lagi sistem yang berjalan sendiri-sendiri. Integrasi data, keamanan informasi, serta mitigasi risiko harus menjadi pondasi utama demi menjaga kepercayaan publik. Di samping pembenahan tata kelola, transformasi digital ini juga diarahkan secara konkret untuk menggerakkan roda perekonomian akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan wujud fisik Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah oleh Bank BPD DIY.
Baca Juga: Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Lampaui Target, Progres Fisik Capai 81,745 %
Sultan juga menginstruksikan agar setiap rupiah belanja pemerintah diprioritaskan untuk menyerap produk lokal.
“Belanja pemerintah perlu membuka ruang lebih besar bagi produk lokal serta UMKM. Dengan demikian, transformasi digital dapat mempertemukan tata kelola yang tertib dengan keberpihakan ekonomi yang nyata,” imbuhnya.
Sri Sultan juga mendorong Bank BPD DIY untuk tidak sekedar menjadi penyedia instrumen, tetapi juga pendamping pengguna dan penyedia analisis data kebijakan. Upaya bersama ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang memberi manfaat nyata, menghadirkan kemudahan, serta menjaga uang rakyat dengan penuh tanggung jawab.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan, secara terang-terangan melabeli DIY sebagai lokomotif pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.
Baca Juga: 10 Pelaku UMKM Kota Jogja Ikuti Inacraft Festival 2026
“Kami selalu menjadikan DIY sebagai contoh daerah yang sangat akomodatif terhadap ekosistem digital. Infrastrukturnya difasilitasi, dikasih insentif, sehingga layanan digitalnya bisa berjalan maksimal,” puji Ferry.
Menurutnya, optimalisasi digital yang dilakukan daerah dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan tanpa harus mencekik masyarakat dengan kenaikan tarif pajak. Caranya melalui perbaikan basis data, mitigasi kebocoran anggaran, dan mempermudah layanan pembayaran sehingga kepatuhan masyarakat naik secara sukarela.
Ferry juga sangat sepakat dengan arahan Sri Sultan mengenai penguatan peran bank daerah. Ia mengibaratkan Bank BPD DIY sebagai ujung tombak dalam sebuah tim sepak bola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









