Petani Milenial Sleman Percepat Regenerasi Menuju era Berbasis Teknologi Digital

Akurat.co, Jogja - Eksistensi petani milenial di Kabupaten Sleman kini mulai mendapatkan dukungan banyak pihak.
Mulai dari perbankan, perguruan tinggi hingga pemerintahan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Petani Milenial Kabupaten Sleman periode 2026 - 2029, Taufik Mawaddani usai dikukuhkan oleh Bupati Sleman di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Jumat (07/08/2026).
Pengukuhan dirangkaikan dengan Fokus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini sekaligus ajang konsolidasi untuk memperkuat silaturahmi, sinergi bisnis antara petani muda, serta mempercepat regenerasi sektor pertanian menuju era berbasis teknologi digital.
Baca Juga: Pemkab Sleman Tekan Tuberkulosis Lewat 'KOPI TB'
"Hari ini kami teman-teman petani milenial melakukan acara Forkom dan FGD untuk mempererat silaturahmi dan mempererat kolaborasi dalam berbisnis bersama-sama," ujar Taufik Mawaddani.
Taufik mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat keterikatan antara petani muda serta membangun ekosistem bisnis terintegrasi di Kabupaten Sleman.
Harapan kita ke depan, petani milenial lebih kompak, solid dan bisnisnya saling terintegrasi. Dengan adanya dukungan dari perbankan, perguruan tinggi, dan Pemkab Sleman, masalah-masalah klasik seperti permodalan dan kepastian pasar dapat terselesaikan.
"Kami sangat mengapresiasi Ibu/Bapak Bupati yang memberikan dukungan luar biasa bagi perkembangan petani di Sleman," tambah Taufik.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah, Pemkab Sleman Siapkan Kolaborasi dengan Akademisi
Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya percepatan regenerasi petani, khususnya dengan merangkul Generasi Z.
Bupati juga menyoroti tantangan peningkatan usia petani yang jika tidak diantisipasi segera, dapat mengakibatkan krisis sumber daya manusia di sektor pertanian di masa mendatang.
Pertanian saat ini tidak lagi sekadar mencangkul dan memanen, tetapi mencakup pemasaran digital, pengolahan data cuaca, hingga pengembangan agribisnis bernilai tambah tinggi.
"Kita harus mengubah cara pandang bahwa bertani bukan pilihan terakhir, melainkan profesi masa depan yang menjanjikan, terhormat, dan penuh inovasi," tegas Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong agar Kabupaten Sleman mampu menjadi lumbung pangan utama di DIY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









