Paskibraka Sleman Tanpa Formasi 45, Kok Bisa?

Akurat.co, Jogja - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman, dipastikan tanpa formasi 45.
Hal ini lantaran adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang diterima Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Tahun lalu, Kesbangpol Sleman masih dapat kucuran dana Rp 1,8 miliar untuk Paskibraka. Sementara pada tahun ini, tersisa sepertinya atau Rp 682 juta.
Kepala Badan Kesbangpol Sleman Muhamad Aji Wibowo mengatakan, setelah melalui seluruh tahapan seleksi, akhirnya ditetapkan 38 orang Paskibraka Kabupaten Sleman Tahun 2026. Terdiri dari 19 putra dan 19 putri. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 74 anggota Paskibraka.
Baca Juga: Ribuan Masyarakat Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1 Kilometer di Malioboro
"Nantinya formasinya hanya 17 dan 8. Sisanya barisan ke belakang. Untuk formasi 45 tidak ada. Tidak digantikan juga. Tapi memang tidak ada formasi 45," katanya, Kamis (13/08/2026).
Selain tidak adanya formasi 45, efisiensi anggaran tersebut juga berimbas pada sejumlah fasilitas yang didapat oleh Paskibraka. Seperti kaos hingga konsumsi.
Biasanya setiap anggota Paskibraka mendapatkan 3 kaos untuk dipakai secara bergantian selama pemusatan latihan sejak 21 Juli hingga 13 Agustus 2026. Tahun ini hanya mendapatkan dua kaos saja.
"Mereka itu latihan dari jam 7 sampai 4 sore. Malam harus langsung dicuci, agar keesokan harinya bisa dipakai untuk ganti. Menurut saya kalau cuma dua kok kurang manusiawi," jelasnya.
Baca Juga: Pemkab Sleman Usung Konsep Efisiensi dan Kolaborasi dalam Peringatan HUT ke-81 RI
Namun, untuk materi tentang wawasan kebangsaan dan penguatan nilai Pancasila tetap mereka dapatkan.
Aji menambahkan, Sleman mengirimkan 16 peserta terbaik dan diajukan mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional.
Hasilnya tujuh wakil Sleman lolos menjadi Paskibraka DIY dan satu diantaranya ke tingkat nasional, atas nama Ahmad Raditya dari SMK Penerbangan AAG Adisutjipto. “Terakhir dari Sleman ada yang lolos nasional itu 2022 atau empat tahun yang lalu,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap agar tahun depan bisa full lagi formasinya. “Saya tidak masalah anggaran Kesbangpol itu dikurangi. Tapi saya berharap untuk Paskibraka tidak ada pengurangan. Karena mereka adalah aset bangsa. Setelah selesai bertugas juga akan menjadi Duta Pancasila," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









