Jogja

Dosen UMY Kembangkan Mesin Perajang Singkong Basis Stepper, Cocok bagi Pelaku Usaha Kecil

M. Mubin Wibawa | 19 Agustus 2025, 07:05 WIB
Dosen UMY Kembangkan Mesin Perajang Singkong Basis Stepper, Cocok bagi Pelaku Usaha Kecil

Akurat.co,Jogja-Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan mesin perajang singkong berbasis stepper.

Alat perajang ini praktis, presisi, dan ramah bagi pelaku usaha kecil.

Pengembang alat, Ir. Putri Rachmawati, dosen Teknologi Rekayasa Otomotif Vokasi, menyadari bahwa banyak pelaku UMKM masih menggunakan alat tradisional untuk merajang singkong.

Metode tradisional ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menguras tenaga, terutama saat pesanan meningkat.

Baca Juga: Pakar UMY Dukung Langkah Presiden Prabowo Perkuat Pertanian Dalam Negeri, Impor Opsi Terakhir

Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar.

Ide berawal sebagai dosen pembimbing lapangan di Gunungkidul

Putri menjelaskan, ide inovasi ini lahir dari pengalamannya sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di Gunungkidul.

Selama mendampingi UMKM, ia kerap menemukan pengusaha keripik singkong masih mengandalkan pisau biasa untuk memotong bahan baku.

Proses manual tersebut membutuhkan tenaga besar dan waktu lama, terutama saat produksi tinggi.

Tak jarang, operator mengalami kelelahan bahkan berisiko cedera. Situasi ini mendorong Putri mencari cara yang lebih efisien dan aman.

“Keunggulan mesin ini terletak pada mekanisme stepper yang terinspirasi dari sistem kerja pistol.

Proses menekan pelatuk pistol untuk mengeluarkan peluru mirip dengan dorongan singkong melewati mata pisau mesin.

Baca Juga: Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Perjanjian dengan AS, Akses Data ke WNI Ancam Keamanan

Prinsip ini memungkinkan pergerakan konsisten yang dapat diatur kecepatannya, sehingga irisan menjadi lebih seragam, tipis, rapi, dan tentu menghemat waktu,” jelas Putri, dilansir dari laman resmi UMY.

Selain unik, metode stepper ini belum banyak digunakan pada mesin perajang singkong di pasaran.

Sistemnya memungkinkan pengguna mengatur ketebalan irisan mulai dari 0,5 mm hingga 1,5 mm dengan presisi tinggi.

Sinkronisasi pergerakan mata pisau membuat setiap potongan memiliki ketebalan sama, sehingga produk akhir terlihat lebih profesional.

“Pengguna dapat menyesuaikan ketebalan irisan sesuai kebutuhan, baik tipis untuk keripik renyah atau agak tebal untuk olahan lain,” tambah Putri.

Mesin ini dirancang untuk skala produksi kecil dengan kapasitas di bawah 30 kilogram singkong per proses.

Biaya pembuatan relatif terjangkau, berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta, sehingga menjadi investasi praktis bagi UMKM yang ingin meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas produksi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.