Inovasi Dosen UMY: Ajak Warga Bantul Manfaatkan Limbah Sampah jadi Aquascape Bernilai Jual Tinggi

Akurat.co,Jogja-Selama ini sampah masih menjadi masalah di Desa Wisata Nyawiji Dadi Siji (Dewi Kajii), Gilangharjo, Pandak, Bantul.
Pengelolaan sampah di Dewi Kajii masih bersifat temporer dan digerakkan oleh pemuda. Sampah yang dipilah umumnya hanya dijual, tanpa diolah lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jual.
Padahal, limbah plastik dan kaca berpotensi besar didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya aquascape.
Dari fakta itulah tim dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai Dr. Ratih Herningtyas mengadakan pelatihan pembuatan aquascape dari limbah botol kaca.
Baca Juga: Wanadesa dan Embung Potorono, Wisata Menarik untuk Keluarga saat Akhir Pekan
Kegiatan yang digelar pada Minggu (21/9) malam ini diikuti lebih dari 20 warga setempat.
Kegiatan mendatangkan narasumber Fahlul Mukti untuk memberikan pelatihan melalui presentasi dan praktik langsung (workshop) agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengelola sampah.
"Limbah plastik atau kaca sebenarnya bisa diolah menjadi aquascape, yaitu seni menata ikan hias, tanaman air, batu, kayu, dan elemen lain,” jelas Ratih dikutip dari laman resmi UMY.
Ia menambahkan, pengolahan sampah menjadi aquascape bukan hanya memberi nilai tambah ekonomi, tetapi juga dapat dijadikan sarana edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Dewi Kajii.
Proses mengolah limbah menjadi aquscape
Fahlul menjelaskan strategi pemilahan sampah dan tahapan inovasi pemanfaatan limbah.
Menurutnya, pembuatan aquascape bisa dilakukan dengan teknologi sederhana maupun kompleks, bergantung pada jenis bahan yang digunakan.
“Aquascape bisa dibuat dari botol minuman bersoda ukuran 1 liter dengan peralatan sederhana seperti lem tembak, gunting, dan solder.
Untuk model berbahan kaca, diperlukan peralatan khusus seperti laser cutter,” terangnya.
Selain itu, botol galon air mineral juga dapat dimodifikasi menjadi aquascape menggunakan sisa kayu, dengan bantuan alat gerinda untuk proses pemotongan.
Baca Juga: Pemkot Jogja Sediakan Layanan Jemput Sampah ke Rumah Gratis, Khusus Sampah Berat
Program yang digagas Ratih dan tim merupakan bagian dari Hibah Pengabdian Masyarakat skema Program Pemberdayaan Masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek RI) tahun 2025.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal berkelanjutan dalam pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang usaha baru yang mendukung wisata edukasi di Dewi Kajii.
“Indikator keberhasilan program ini adalah masyarakat mampu membuat aquascape bernilai ekonomis sekaligus mengemasnya sebagai workshop edukasi untuk wisatawan,” ujar Ratih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









