Sosok Farras Ulinnuha, Usia 19 Tahun Lulus Kedokteran UGM

Akurat.co,Jogja-Di usia yang baru 19 tahun, Farras Ulinnuha sudah menyelesaikan Program Studi Kedokteran kelas International Undergraduate Program (IUP) UGM angkatan 2021.
Ia adalah satu dari para wisudawan UGM pada wisuda program sarjana dan sarjana terapan UGM, Kamis (27/11) lalu.
Di usianya yang belum genap 20, Farras menyandang status gelar wisudawan termuda. Mahasiswa asal Lampung ini lulus di usia 19 tahun 8 bulan 17 hari.
Baca Juga: Keren! 474 Lansia di Sleman Berhasil Wisuda S1 dan S2
Padahal usia rata-rata 1.729 lulusan Program Sarjana adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari.
Masuk SD usia 4,5 tahun
Farras bercerita masuk SD pada usia 4,5 tahun. Ia bercerita sekolahnya lebih cepat dari teman-teman seusianya.
Ia mengaku sempat mengikuti ujian nasional untuk masuk SMP saat masih kelas 5 SD bersama kakak kelasnya.
Waktu itu masih diperbolehkan mengikuti ujian tersebut. "Saya menyelesaikan SMP 3 tahun dan kemudian saat SMA saya hanya menyelesaikan 2 tahun,” tuturnya.
Usia 16 tahun sudah kuliah
Farras sudah kuliah di usia 16 tahun. Bukan hal mudah. Ia mengaku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya belajar yang berbeda, serta dinamika pertemanan dengan mahasiswa yang mayoritas lebih tua.
Meski begitu, ia merasa beruntung karena lingkungan kedokteran UGM cukup inklusif dan membuatnya cepat menyesuaikan diri.
“Di awal kuliah, penyesuaian berjalan tidak selalu mulus, tetapi perlahan saya menemukan ritme yang tepat,” kenangnya.
Baca Juga: Cerita Duka Wisuda UIN Sunan Kalijaga, Tetap Berikan Ijazah kepada Mahasiswa yang Meninggal
Ketertarikannya pada dunia kedokteran tumbuh sejak kecil. Ia kerap menemani ibunya bekerja di rumah sakit dan membantu di klinik keluarga, membuatnya familier dengan dunia medis.
Ia berharap bisa melanjutkan profesi sebagai dokter dan kembali pulang ke Lampung untuk membantu masyarakat di sana.
“Jadi dari dulu saya sudah familier dengan dunia kedokteran. Saat tahu UGM, saya pikir saya bisa belajar disana dan ingin jadi dokter agar tingkat layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih merata,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







