Jogja

Sosok Farras Ulinnuha, Usia 19 Tahun Lulus Kedokteran UGM

M. Mubin Wibawa | 8 Desember 2025, 10:05 WIB
Sosok Farras Ulinnuha, Usia 19 Tahun Lulus Kedokteran UGM

Akurat.co,Jogja-Di usia yang baru 19 tahun, Farras Ulinnuha sudah menyelesaikan Program Studi Kedokteran kelas International Undergraduate Program (IUP) UGM angkatan 2021.

Ia adalah satu dari para wisudawan UGM pada wisuda program sarjana dan sarjana terapan UGM, Kamis (27/11) lalu.

Di usianya yang belum genap 20, Farras menyandang status gelar wisudawan termuda. Mahasiswa asal Lampung ini lulus di usia 19 tahun 8 bulan 17 hari.

Baca Juga: Keren! 474 Lansia di Sleman Berhasil Wisuda S1 dan S2

Padahal usia rata-rata 1.729 lulusan Program Sarjana adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari.

Masuk SD usia 4,5 tahun

Farras bercerita masuk SD pada usia 4,5 tahun. Ia bercerita sekolahnya lebih cepat dari teman-teman seusianya.

Ia mengaku sempat mengikuti ujian nasional untuk masuk SMP saat masih kelas 5 SD bersama kakak kelasnya.

Waktu itu masih diperbolehkan mengikuti ujian tersebut. "Saya menyelesaikan SMP 3 tahun dan kemudian saat SMA saya hanya menyelesaikan 2 tahun,” tuturnya.

Usia 16 tahun sudah kuliah

Farras sudah kuliah di usia 16 tahun. Bukan hal mudah. Ia mengaku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya belajar yang berbeda, serta dinamika pertemanan dengan mahasiswa yang mayoritas lebih tua.

Meski begitu, ia merasa beruntung karena lingkungan kedokteran UGM cukup inklusif dan membuatnya cepat menyesuaikan diri.

“Di awal kuliah, penyesuaian berjalan tidak selalu mulus, tetapi perlahan saya menemukan ritme yang tepat,” kenangnya.

Baca Juga: Cerita Duka Wisuda UIN Sunan Kalijaga, Tetap Berikan Ijazah kepada Mahasiswa yang Meninggal

Ketertarikannya pada dunia kedokteran tumbuh sejak kecil. Ia kerap menemani ibunya bekerja di rumah sakit dan membantu di klinik keluarga, membuatnya familier dengan dunia medis.

Ia berharap bisa melanjutkan profesi sebagai dokter dan kembali pulang ke Lampung untuk membantu masyarakat di sana.

“Jadi dari dulu saya sudah familier dengan dunia kedokteran. Saat tahu UGM, saya pikir saya bisa belajar disana dan ingin jadi dokter agar tingkat layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih merata,” katanya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.