Jogja

Wamen P2MI Tinjau Migran Center di UPN Veteran Yogyakarta, Siap Ciptakan Calon Tenaga Migran Profesional

Atiek Widyastuti | 25 Januari 2026, 08:50 WIB
Wamen P2MI Tinjau Migran Center di UPN Veteran Yogyakarta, Siap Ciptakan Calon Tenaga Migran Profesional

Akurat.co, Jogja - Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI mencatat, peluang kerja di luar negeri itu sangat tinggi. Berdasarkan data dari Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) KP2MII per tanggal 18 Januari 2026, terdapat 336.709 peluang.

 

Dari jumlah yang terserap belum ada 20 persen. Tepatnya baru 60.351 atau 17,92%. Artinya, masih ada 82,08 persen atau 276.358 peluang kerja yang siap diserap.


Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla saat meninjau Migran Center di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Sabtu (25/01).


Menurutnya, peluang kerja luar negeri bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah pengangguran di Indonesia.

 

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Uji Materi UU LLAJ Mahasiswa UMY ke MK, Bermula dari Kecelakaan Akibat Puntung Rokok

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Januari 2025 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang. Sebanyak 1,18 juta orang (16,32%) di dalamnya adalah lulusan perguruan tinggi.


“Ini adalah tantangan dunia kerja yang kita hadapi sekarang, apakah pekerja Indonesia kompetensinya tidak bagus? Sangat bagus. Kendalanya hanya satu yaitu bahasa, ini yang menjadi kendala bagi kita,” ungkap Wamen KP2MI.


Untuk itu, pihaknya mengapresiasi dukungan nyata UPN “Veteran” Yogyakarta pada penguatan tata kelola perlindungan Pekerja Migran Indonesia melalui kehadiran Migran Center.


Menurutnya, UPN “Veteran” Yogyakarta Migran Center merupakan Migrant Center paling siap dengan sarana dan prasarana terlengkap.

 

Baca Juga: Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Tria Sofie jadi Wisudawan Termuda Program Pascasarjana UGM


“Ini jadi Migran Center yang kesembilan. Delapan sebelumnya juga ada di perguruan tinggi. Migrant center ini bisa menjawab satu tantangan luar biasa dunia kerja di dalam negeri," ujarnya.


Rektor UPN ‘Veteran’ Yogyakarta Prof Mohamad Irhas Effendi menjelaskan, Migran Center terintegrasi dengan sejumlah sarana dan prasarana guna menunjang pelatihan para calon pahlawan devisa. Meliputi, asrama, Laboratorium Bahasa, Ruang Pelatihan dan Uji Kompetensi, poliklinik, masjid, koperasi dan kantin.


Migran Center UPN Veteran Yogyakarta akan dikolaborasikan dengan SKK Migas, yang dapat mendukung pemenuhan keterampilan Pekerja Migran Indonesia di sektor minyak dan gas (migas).


“Keunggulan UPN “Veteran“ Yogyakarta yang tidak bisa dipenuhi oleh Migrant Center lain adalah pemenuhan kompetensi tenaga migran di sektor migas, karena beberapa negara membutuhkan tenaga-tenaga migran di sektor migas seperti Arab Saudi,“ kata Rektor.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.