Pakar UMY Ungkap Dampak Eonomi dari Konflik AS dan Iran bagi Indonesia, Apa Saja?

Akurat.co,Jogja-Pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengungkap dampak konflik Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran bagi Indonesia.
Menurut Dyah Titis Kusuma konflik di kawasan Timur Tengah biasanya berdampak pada negara berkembang melalui kenaikan harga energi dan gangguan rute logistik global.
Ketika biaya transportasi dan energi meningkat, tekanan terhadap perekonomian domestik akan semakin terasa.
Menurutnya, jika jalur seperti Selat Hormuz terganggu atau premi perang meningkat, maka biaya impor bahan bakar Indonesia akan ikut naik.
Baca Juga: Pakar UMY Ungkap Agenda Global di Balik Perang AS dan Iran, Apa Itu?
"Dampaknya dapat memicu inflasi energi dan mempersempit ruang fiskal pemerintah.
Situasi ini merupakan supply-side shock yang biasanya paling dirasakan oleh negara berkembang,” jelasnya dikutip dari laman resmi UMY, Senin (9/3/2026).
Surplus perdagangan RI bisa tertekan
Dari sisi neraca perdagangan, dampak konflik dapat terlihat dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam waktu dekat, lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan nilai impor Indonesia sehingga menekan surplus perdagangan.
“Dalam jangka pendek, kenaikan harga minyak atau gas akibat kekhawatiran terhadap pasokan dari kawasan Teluk dapat meningkatkan tagihan impor Indonesia.
Hal ini berpotensi menekan surplus neraca dagang yang selama ini menjadi penopang stabilitas ekonomi,” tegas Dyah.
Namun, dalam jangka panjang konflik geopolitik juga dapat memicu perubahan pola rantai pasok global.
Negara-negara maju mulai mengalihkan produksi ke negara yang dianggap lebih stabil melalui strategi relokasi industri.
Baca Juga: 6 Pernyataan Sikap UII terhadap Situasi Bangsa, Tuntut RI Kutuk Israel dan AS hingga Evaluasi MBG
Selain energi, sejumlah komoditas strategis juga berpotensi terdampak oleh konflik tersebut.
Gangguan pada jalur pelayaran internasional dapat memperpanjang waktu pengiriman serta meningkatkan biaya logistik bagi industri di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









