Jogja

El Nino Ancam Pertanian RI, Pakar UMY Ungkap Cara Mengatasinya

Haris Ma'ani | 10 April 2026, 11:05 WIB
El Nino Ancam Pertanian RI, Pakar UMY Ungkap Cara Mengatasinya
Sektor pertanian, terutama padi diprediksi akan terimbas el nino. (foto: unsplash/nguyenhuudailoc)

Akurat.co,Jogja-El Nino yang akan melanda Indonesia diprediksi akan mengancam sektor pertanian.

Musim kemarau yang lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya akan menjadi tantangan nyata pertanian Indonesia.

Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Aris Slamet Widodo menilai langkah adaptif perlu segera dilakukan.

Baca Juga: Pakar UMY: Pembangunan PLTS 100 GW Prabowo Dinilai Ambisius, RI Cuma jadi Komoditas China

Hal ini penting agar produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun ketersediaan air terbatas.

Langkah penting atasi El Nino

Menurut Aris, pendekatan berbasis manajemen air dan inovasi teknologi menjadi strategi yang sangat krusial.

Selain itu, perubahan pola tanam juga diperlukan untuk meminimalkan risiko kerugian yang dihadapi petani selama musim kering.

Strategi menjaga produktivitas dapat dilakukan dengan mengubah kalender tanam serta menggunakan varietas tahan kering.

"Petani juga bisa mengurangi luas tanam untuk fokus pada kualitas dan memanfaatkan teknologi irigasi hemat air," katanya.

Aris menambahkan, diversifikasi tanaman juga penting agar tidak hanya bergantung pada satu komoditas.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Kota Jogja, BPBD Minta Masyarakat Waspada

Selain perubahan pola tanam, penguatan ketersediaan air menjadi langkah antisipatif yang perlu diprioritaskan.

Petani didorong untuk memperbanyak penyimpanan air melalui embung, sumur dangkal, maupun tandon.

Teknik konservasi tanah juga berperan penting dalam menjaga kelembapan lahan.

"Langkah untuk mengurangi risiko gagal panen antara lain memperbanyak penyimpanan air seperti embung atau sumur dangkal," tuturnya.

Selain itu, penggunaan mulsa organik dapat membantu menjaga kelembapan tanah.

Baca Juga: Pakar UMY Ungkap Dampak Eonomi dari Konflik AS dan Iran bagi Indonesia, Apa Saja?

Peran teknologi pertanian juga semakin krusial dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Inovasi berbasis efisiensi air dinilai mampu membantu petani mengoptimalkan sumber daya yang terbatas.

Dukungan dari perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.