El Nino Ancam Pertanian RI, Pakar UMY Ungkap Cara Mengatasinya

Akurat.co,Jogja-El Nino yang akan melanda Indonesia diprediksi akan mengancam sektor pertanian.
Musim kemarau yang lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya akan menjadi tantangan nyata pertanian Indonesia.
Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Aris Slamet Widodo menilai langkah adaptif perlu segera dilakukan.
Baca Juga: Pakar UMY: Pembangunan PLTS 100 GW Prabowo Dinilai Ambisius, RI Cuma jadi Komoditas China
Hal ini penting agar produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun ketersediaan air terbatas.
Langkah penting atasi El Nino
Menurut Aris, pendekatan berbasis manajemen air dan inovasi teknologi menjadi strategi yang sangat krusial.
Selain itu, perubahan pola tanam juga diperlukan untuk meminimalkan risiko kerugian yang dihadapi petani selama musim kering.
Strategi menjaga produktivitas dapat dilakukan dengan mengubah kalender tanam serta menggunakan varietas tahan kering.
"Petani juga bisa mengurangi luas tanam untuk fokus pada kualitas dan memanfaatkan teknologi irigasi hemat air," katanya.
Aris menambahkan, diversifikasi tanaman juga penting agar tidak hanya bergantung pada satu komoditas.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Kota Jogja, BPBD Minta Masyarakat Waspada
Selain perubahan pola tanam, penguatan ketersediaan air menjadi langkah antisipatif yang perlu diprioritaskan.
Petani didorong untuk memperbanyak penyimpanan air melalui embung, sumur dangkal, maupun tandon.
Teknik konservasi tanah juga berperan penting dalam menjaga kelembapan lahan.
"Langkah untuk mengurangi risiko gagal panen antara lain memperbanyak penyimpanan air seperti embung atau sumur dangkal," tuturnya.
Selain itu, penggunaan mulsa organik dapat membantu menjaga kelembapan tanah.
Baca Juga: Pakar UMY Ungkap Dampak Eonomi dari Konflik AS dan Iran bagi Indonesia, Apa Saja?
Peran teknologi pertanian juga semakin krusial dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Inovasi berbasis efisiensi air dinilai mampu membantu petani mengoptimalkan sumber daya yang terbatas.
Dukungan dari perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









