Pakar UGM Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Kemarau Panjang

Akurat.co,Jogja-Pakar Bidang Klimatologi dari Fakultas Geografi UGM, Dr.Emilya Nurjani mengingatkan ancaman kekeringan dan kemarau panjang yang akan melanda Indonesia.
Menurutnya, wilayah Indonesia akan mengalami kemarau yang lebih panjang dan ancaman kekeringan.
Hal tersebut tak lepas dari meningkatnya suhu Bumi ke titik 0,35 derajat celcius. Peningkatan akan berdampak pada meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Bakal Membayangi Momen Lebaran 2026, BPBD Sleman Siagakan Posko 24 Jam
Emilya mengatakan, peningkatan suhu menyebabkan terjadinya kekeringan, bahkan peningkatan suhu yang lebih cepat juga turut menyebabkan banyak angin kencang.
Emilya menerangkan bahwa terjadinya angin kencang tersebut membawa beragam kerusakan, seperti pohon tumbang atau kerusakan pada atap rumah.
Tidak hanya itu, peningkatan suhu yang membawa kemarau lebih cepat sekaligus lebih kering ini juga membawa dampak terhadap sektor pangan.
“Karena kalau kemaraunya panjang maka akan berdampak pada sektor pertanian.
Petani akan sulit untuk menanam padi, terutama di pola masa tanam yang ketiga,” jelasnya dikutip dari laman resmi UGM, Senin (30/3/2026).
Upaya mitigasi
Menghadapi kemarau yang lebih panjang, Emilya menghimbau untuk melakukan regulatory harvesting, yaitu menangkap hujan dari atap.
Atau dapat dikatakan memperbanyak kegiatan-kegiatan yang menyimpan dalam bentuk apapun.
Ia menegaskan untuk lebih bijak lagi dalam penggunaan air sesuai dengan kebutuhan.
"Jadi air digunakan sesuai dengan fungsinya. Misal untuk kebutuhan air domestik kita bisa menggunakan air tanah," ujarnya.
Sedang untuk kebutuhan yang lain, masyarakat bisa menggunakan air permukaan atau jenis air lainnya.
"Karena memang air tanah sendiri pun juga semuanya kan inputnya dari air hujan,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







