Catat! Ini 6 Fokus Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2026, Salah Satunya Mengurangi Ketimpangan Sosial

Akurat.co,Jogja-Enam fokus atau prioritas pembangunan akan dilakukan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY, saat menyampaikan penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah DIY tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD DIY yang digelar Senin, (08/09).
Dikutip dari laman resmi Pemprov DIY, enam fokus yang menjadi prioritas pembangunan daerah DIY tahun 2026 tersebut ditetapkan berdasar pada tema pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) DIY Tahun 2026, yakni “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan serta Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi”.
Baca Juga: Wujudkan Kampus Bebas Narkoba, Presma UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Audiensi ke BNNK Sleman
Tema tersebut mengandung tiga pernyataan kunci, yaitu Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi; Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan; dan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi.
Menurut Sri Sultan, Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, dalam rangka mempercepat laju pembangunan agar selaras dengan target nasional.
Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan, terutama pariwisata, pertanian, dan industri manufaktur.
Sementara, Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi, diarahkan pada peningkatan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor strategis,” kata Sri Sultan yang hadir didampingi Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.
6 Fokus Pembangunan DIY 2026
Adapun enam fokus pembangunan DIY pada 2026 mendatang adalah:
1.Penurunan tingkat kemiskinan.
2.Pengembangan kehidupan ekonomi yang layak
3.Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
4.Pengurangan ketimpangan sosial dan kewilayahan.
5.Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
6.Peningkatan kualitas lingkungan hidup yang aman dan berkelanjutan.
Baca Juga: Berburu Kuliner Malam Hari di Sleman, Ada Bubur Krecek Mbah Sadiyo yang Legendaris
Lebih lanjut, Sri Sultan menyebut, berdasarkan asumsi kondisi regional, maka proyeksi indikator makro ekonomi DIY Tahun Anggaran 2026 untuk pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 5,1% -5,9%.
Sedangkan tingkat inflasi: 2,1%-3,5%, dan tingkat kemiskinan: 9.97% -10,38%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









