Warga Jogja Harapkan Lebih Banyak Pelatihan Keterampilan untuk Entaskan Kemiskinan

Akurat.co,Jogja-Salah satu warga Kota Jogja, Tatik Wiprihatin mengungkap Pemkot agar lebih banyak memperbanyak pelatihan keterampilan dalam program pengentasan kemiskinan.
Warga Kalurahan Sorosutan tersebut, pelatihan bagi keluarga miskin akan bermanfaat selain pemberian modal usaha.
Ia mengungkap, hal tersebut supaya warga tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, tapi memiliki kemauan dan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas serta keterampilan.
Baca Juga: Defisit APBN Rp 371,5 Triliun, Pakar UGM Sebut Masih Sehat dan Terkendali
"Dengan begitu, mereka bisa membuka usaha secara mandiri dan memiliki penghasilan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Tatik menambahkan, pelatihan yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing, agar hasilnya lebih tepat sasaran dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat keluarga.
Angka kemiskinan di Kota Jogja turun
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menjelaskan berdasarkan data BPS, kemiskinan di Kota Yogyakarta mengalami penurunan di tahun 2025 sebesar 0,12 persen dibandingkan tahun 2024 dari 6,26 menjadi 6,14.
Pemkot berupaya maksimal mengatasi kemiskinan di Kota Jogja. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyoroti pentingnya mencermati variabel yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mengukur angka kemiskinan.
Baca Juga: Polemik Pengurangan TKD 2026, Sri Sultan HB X Usulkan Hibah Antar Kabupaten, Seperti Apa?
Menurutnya, angka statistik harus diinterpretasikan dengan cermat agar strategi penanganan yang disusun benar-benar tepat sasaran.
“Kita harus paham dulu apa yang diukur, karena dari situlah arah kebijakan bisa ditentukan secara bijak dan tepat.
Oleh karena itu, penyusunan strategi pengentasan kemiskinan idealnya berlandaskan prinsip Money Follow Program, yang menekankan penganggaran harus mengikuti prioritas program strategis yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







