Jogja

Kendalikan Inflasi, Pemkot Jogja Luncurkan 5 Wamira April Mendatang

Haris Ma'ani | 25 Februari 2026, 09:30 WIB
Kendalikan Inflasi, Pemkot Jogja Luncurkan 5 Wamira April Mendatang


Akurat.co,Jogja
-Pemkot Jogja berencana meluncurkan lima Warung Milik Rakyat (Wamira) sebagai proyek percontohan April mendatang.

Program ini digagas sebagai strategi pengendalian inflasi sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah kampung.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan Wamira merupakan ide wali kota Yogyakarta dalam merespons kondisi inflasi yang sempat tinggi pada 2025.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemkot Jogja Gelar Pasar Murah selama Februari

“Wamira itu sebenarnya ide cerdas dari bapak wali kota. Di tahun 2025 itu kan kita menghadapi inflasi, Kota Yogyakarta agak tinggi. Beliau menyampaikan, ‘piye to carane kita untuk mengendalikan inflasi di Kota Jogja?’,” ujar Ambar dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Rabu (25/2/2026).

Sebelumnya Pemkot Yogya telah memiliki Kios Segoro Amarto dan Warung Mrantasi di pasar.

Namun, jumlahnya terbatas dan belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di tingkat wilayah.

Apa itu Wamira?

Ambar menegaskan, Wamira adalah Warung Milik Rakyat, bukan milik korporasi.

Pengelolaannya diutamakan oleh koperasi atau kelompok masyarakat, serta berlokasi di gang atau permukiman warga agar benar-benar dekat dengan masyarakat.

“Pesan pak wali, Wamira ini benar-benar milik rakyat. Bentuknya kelompok masyarakat atau koperasi sebagai pengelolanya," katanya

Menurutnya, konsep ini dirancang agar masyarakat lebih mudah, murah, dan cepat mendapatkan kebutuhan pokok, khususnya sembako, sebagai basis pengendalian inflasi.

Secara keseluruhan, Pemkot Yogya menargetkan keberadaan Wamira ada di seluruh kelurahan se-Kota Yogya. Namun pada 2026 ini, Pemkot menargetkan 14 unit, dengan lima unit sebagai pilot project.

Baca Juga: Nangka Muda jadi Penyumbang Inflasi selama Ramadan dan Idulfitri

“Dawuh pak wali memang di 45 kelurahan. Tapi tahun ini kita 14 dulu. Pilot project yang akan kita launching sekitar lima di beberapa kemantren, insyaallah bulan April,” jelas Ambar.

Komoditas prioritas yang dijual adalah sembako seperti beras, telur, mi instan, dan kebutuhan pokok lain.

Ke depan, Wamira juga membuka peluang bagi UMKM untuk memasarkan produknya.

Dinas Perdagangan juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk agen LPG, PDAM, hingga dukungan perbankan dan kampus untuk edukasi manajemen dan digitalisasi pembayaran.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H