Perluas Ekspansi, Lilla Buka Toko Fisik Perdana di Jogja

Akurat.co, Jogja - Mengacu pada temuan Indonesia Digital Mum Survey (DMS) 2024, 90% ibu-ibu di Indonesia mengandalkan media sosial untuk mencari informasi terkait parenting dan produk.
Hal ini tercermin dalam keputusan pembelian. Di mana 63% moms kini membeli kebutuhan mom & baby secara mandiri. Seiring dengan itu, frekuensi belanja online pun meningkat. Tercatat 36% ibu di Indonesia berbelanja online 2 hingga 4 kali per bulan.
Pertumbuhan penjualan produk ibu dan bayi di berbagai loka pasar mencapai 55% pada 2025 (YoY). Khususnya pada kategori popok dan perawatan kulit bayi seperti sabun, sampo dan lotion.
Tren ini juga diiringi dengan pergeseran preferensi konsumen, di mana pencarian terhadap produk ‘organik’, ‘alami’ dan ‘hypoallergenic’ semakin meningkat, mencerminkan kebutuhan akan produk yang lebih aman dan berkualitas.
Baca Juga: Mampir Sarapan di Toko Bubur Sukacita Yogyakarta, Menunya Juara
Menjawab kebutuhan tersebut, Lilla, platform mom & baby bagian dari Social Bella Indonesia, hadir dengan pendekatan yang lebih terkurasi dan relevan melalui ekosistem terintegrasi yang menggabungkan edukasi, kurasi produk, serta dukungan komunitas.
Pendekatan ini dirancang untuk membantu moms menjalani motherhood dengan lebih percaya diri.
“Kami melihat tantangan utama moms saat ini bukan lagi kekurangan informasi. Melainkan bagaimana menyaring informasi dan produk yang benar-benar relevan dan terpercaya,” ujar CEO of Lilla, Chrisanti Indiana, Kamis (23/04/2026).
Setelah sebelumnya hadir di Jakarta, Lilla kini memperluas jangkauannya dengan membuka toko fisik perdana di Yogyakarta, tepatnya di Pakuwon Mall Jogja, lantai 1.
Baca Juga: Anggrek Astuti Jogja, Cara Baru Menikmati Sajian Kopi di Toko Bunga Anggrek yang Estetik
Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi ekspansi didasarkan pada potensi pertumbuhan kategori mom & baby yang terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data internal, sekitar 30% populasi keluarga muda di Yogyakarta berada dalam rentang usia 29–39 tahun, yang merupakan segmen yang menjadi kontributor utama dalam kategori mom & baby.
Lilla menawarkan berbagai pilihan produk, mulai dari kategori Pregnancy & Breastfeeding, MPASI, dan Lil’ Ones. Termasuk kategori baru, Play & Learn, yang menawarkan berbagai mainan edukatif untuk mendukung proses belajar anak dan bereksplorasi sesuai tahap usianya.
"Karena berdasarkan data internal kami, baby care serta perlengkapan esensial bayi menjadi yang paling diminati, khususnya bagi first-time moms," ungkapnya.
Toko dengan konsep baru ini, para moms dapat mengikuti alur belanja yang lebih intuitif tanpa perlu mencari produk secara terpisah. Setiap area dirancang sebagai sebuah “journey” yang membantu moms tidak hanya menemukan produk, tetapi juga memahami fungsi dan relevansinya di setiap fase.
Di mana pendekatan berbasis motherhood stages ini juga menjawab kebutuhan moms yang semakin mengutamakan pengalaman berbelanja yang lebih terarah dan relevan, di mana eksplorasi produk dan insight berjalan beriringan dalam satu alur yang seamless.
Terdapat lebih dari 2.500 produk mom & baby dari 120 brand bisa jadi pilihan. Tentu saja produk yang dijual ini telah melalui proses kurasi ketat. Termasuk memenuhi standar keamanan melalui sertifikasi resmi seperti BPOM, Kementerian Kesehatan dan SNI.
“Kami berharap kehadiran Lilla di Yogyakarta dapat menjadi pendamping bagi para moms dalam setiap tahap motherhood, sehingga mereka dapat merasa lebih yakin, tenang, dan tidak merasa menjalani perjalanan ini sendirian,” tutup Chrisanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi



