Jogja

Transaksi Non Tunai Pasar Tradisional Jogja Capai Rp14,9 M per Bulan

Haris Ma'ani | 28 Mei 2026, 12:05 WIB
Transaksi Non Tunai Pasar Tradisional Jogja Capai Rp14,9 M per Bulan
Foto pemberian apresiasi kepada pasar-pasar dengan transaksi digital terbanyak di Kota Jogja. (foto: pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Transaksi non-tunai pasar tradisional Jogja mencapai Rp14,9 miliar per bulan.

Nilai itu menyentuh hampir Rp60 miliar selama empat bulan pelaksanaan.

Hal ini disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono.

"Angka ini bukan hanya menunjukkan peningkatan transaksi. Lebih dari itu, angka ini menunjukkan bahwa pedagang pasar rakyat mampu beradaptasi," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Baca Juga: Keren, Komik Elang Jawa Karya Komikus asal Bantul Laris di Pasar Eropa

Dedi menyampaikan digitalisasi pasar rakyat menjadi kebutuhan agar pasar tradisional mampu mengikuti perkembangan pola konsumsi masyarakat dan wisatawan.

"Hari ini masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi para pedagang yang mulai terbiasa menggunakan QRIS maupun EDC dalam aktivitas jual beli.

Menurutnya, transaksi digital membantu pedagang memiliki pencatatan usaha yang lebih rapi sehingga memudahkan pengembangan usaha dan akses pembiayaan.

Pasar paling banyak transaksi digital

Di Kota Jogja terdapat tiga pasar dengan volume transaksi digital terbanyak.

Yakni Pasar Prawirotaman, Pasar Beringharjo, dan PASTY. Pasar-pasar tersebut mendapatkan apresiasi dari pemkot.

Perwakilan Paguyuban Pasar Prawirotaman, Untung Suparno mengaku program digitalisasi memberikan dampak positif bagi pedagang.

“Alhamdulillah mereka senang. Ternyata memang menguntungkan. Kita bisa transaksi, bisa jualan dengan pembayaran non tunai seperti sekarang,” katanya.

Ia berharap digitalisasi pasar terus berkembang dan semakin memotivasi pedagang untuk maju.

"Ke depannya kita berusaha lebih lagi, lebih maju lagi. Semangat untuk kami sebagai pedagang Pasar Prawirotaman,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Jogja juga melakukan sejumlah program digitalisasi.

Baca Juga: Beda Pandangan Menkeu Purbaya vs Wali Kota Jogja soal Ramainya Pasar Beringharjo

Seperti program Beringharjo Great Sale (BGS). Puncak kegiatan ditandai dengan pengundian hadiah BGS yang digelar di Atrium Pasar Beringharjo, Selasa (26/5/2026) lalu.

Program tahunan yang diinisiasi Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta melalui UPT Pusat Bisnis tersebut bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai sponsor utama dan Bank BPD DIY untuk meningkatkan transaksi ekonomi pasar rakyat melalui pembayaran non tunai.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.