Jogja

Panen Kopi Perdana Sleman bareng Kapolda, Sri Sultan Janjikan Pembangunan Embung demi Ketersediaan Air

Yudi Permana | 16 Juni 2025, 05:21 WIB
Panen Kopi Perdana Sleman bareng Kapolda, Sri Sultan Janjikan Pembangunan Embung demi Ketersediaan Air

Akurat.co, Jogja-Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X panen kopi perdana Sleman bersama Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K pada Minggu (15/6/2025).

Panen perdana kopi Sleman bertajuk "Kopi Sleman, Berkualitas untuk Negeri" ini dilakukan di Dusun Ploso Kerep, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan kebun kopi masyarakat dengan membangun embung sebagai sumber irigasi.

Sri Sultan menjelaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penting dalam budidaya kopi.

Baca Juga: Profil Oki Muraza, Lulusan Taruna Nusantara, Anak Desa di Sumatera yang Kini jadi Wadirut Pertamina

Oleh karena itu, Sultan berjanji akan membangun embung di kawasan tersebut apabila masih tersedia lahan yang memungkinkan, bahkan tanpa perlu mengandalkan dana dari pemerintah pusat.

"Kalau ada lahan sisa yang bisa dimanfaatkan, akan kita bangunkan embung dari anggaran daerah.

Tidak perlu dari APBN. Kami di provinsi juga sudah membangun embung di banyak tempat, seperti untuk kebun teh dan durian," ujar Sri Sultan.

Sri Sultan juga mendorong adanya konsolidasi antarpihak untuk menjaga keberlangsungan dan kualitas kebun kopi.

Sultan menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan dan pemasaran, termasuk penggunaan satu merek bersama demi memperkuat identitas dan daya saing kopi Sleman di pasaran.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Mirota Kampus yang Jarang Diketahui, Mirota Diambil dari Singkatan Barang Jualan

"Gunakan satu nama saja untuk pemasaran, jangan saling bersaing. Harga diseragamkan, bangun jaringan bisnis yang kuat, dan tumbuhkan semangat kebersamaan," tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pengembangan kopi di lereng Merapi yang telah dirintis sejak tiga tahun lalu.

Menurutnya, sektor kopi sangat berpotensi menunjang pariwisata, khususnya di Yogyakarta yang dikenal sebagai destinasi wisata utama.

"Kopi bukan sekadar komoditas ekspor. Jika dikembangkan sebagai daya tarik wisata, manfaat ekonominya bisa jauh lebih besar," ungkap Heru.

Heru menambahkan, keberadaan kebun kopi di kawasan wisata seperti lereng Merapi dapat menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal.

Baca Juga: Alasan Mirota Kampus Berubah Nama jadi Manna Kampus

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan masyarakat dalam mengelola kebun kopi.

Ia berharap pengembangan ini terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai pihak.

"Kami mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari pemerintah pusat, Pemda DIY, dan masyarakat lereng Merapi yang telah bersama-sama mewujudkan kebun kopi yang subur dan produktif," ungkap bupati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.