Kisah Nova Kurniawan Penyandang Disabilitas Jogja Jualan Kopi Keliling Kekinian, Bukti Keterbatasan Fisik Bukan Halangan

Akurat.co, Jogja-Keterbatasan fisik bukan halangan tetap produktif. Seperti halnya penyandang disabilitas di Yogyakarta yang berjualan kopi keliling kekinian.
Mengggunakan gerobak elektrik, penyandang disabilitas itu berjualan kopi menjemput rezeki.
Penjualnya, Nova Kurniawan (31), penyandang disabilitas daksa, ada keterbatasan di salah satu kaki, menceritakan dirinya bersyukur karena bisa mendapat kesempatan bekerja dengan harapan kesejahteraan ekonominya bisa lebih baik.
“Sebelumnya kerja di angkringan bikin kopi dan minuman, sekarang semoga rezekinya bisa lebih baik lagi, supaya bisa semakin mandiri ekonominya,” ceritanya.
Mengusung brand Kopi Keliling Demi Massa ZCoffee Mobile, penyandang disabilitas tersebut bisa berjualan karena bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta.
Terdapat empat varian minuman yang bisa dinikmati dari Kopi Keliling Demi Massa, yaitu Americano, Kopi Gula Aren, Matcha dan Cokelat dengan harga mulai Rp 8 ribu saja per gelas. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun QRIS.
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Cuaca Jogja Terasa Dingin Mbedidig Belakangan Ini
Ketua Baznas Kota Yogyakarta Syamsul Azhari menyatakan ZCoffee Mobile merupakan pengembangan program pemberdayaan ekonomi mustahik dari Baznas RI bagi daerah yang telah menjalankan unit usaha ZCoffee.
“Alhamdulillah Baznas Kota Yogyakarta kembali mendapat hibah berupa 2 armada gerobak elektrik untuk digunakan sebagai operasional Kopi Keliling Demi Massa.
Setelah sebelumnya mendapat hibah untuk branding ZCoffee dan Z Chicken di Mal Pelayanan Publik,” terangnya dikutip dari jogjakota.go.id.
Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Yogyakarta, Kengy Gilang Ramadhan menjelaskan Kopi Keliling Demi Massa baru mulai beroperasi pada pekan pertama bulan Juli 2025.
“Kami baru mulai jalan di minggu pertama ini, baru satu armada keliling yang beroperasi penempatannya di depan Apotek Unisia 24 Jalan Pandeyan. Sementara armada lainnya rencana akan ditempatkan di Perpustakaan Kotabaru,” jelasnya.
Kopi Keliling Demi Massa punya semangat yang dibawa, lanjut Kengy, yaitu kebaikan dalam segelas kopi. Sebab bukan sekadar jualan kopi saja, tapi tujuan utamanya adalah memberdayakan zakat ke arah yang produktif.
“Untuk operator Kopi Keliling Demi Massa baru satu, dari Prawirodirjan Gondomanan, penyandang disabilitas daksa, ada keterbatasan di salah satu kaki. Ini juga wujud bagaimana kami ingin menciptakan inklusivitas, membuka kesempatan bagi teman-teman yang semangat bekerja agar mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Pihaknya mengutarakan masih membuka lowongan satu orang sebagai operator Kopi Keliling Demi Massa. Terbuka untuk umum baik laki-laki maupun perempuan, dengan sistem bagi hasil dan akan diberikan pelatihan sebelum mulai bekerja.
“Lowongannya terbuka bagi siapa saja, silakan bisa langsung datang ke Kantor Baznas di Balai Kota, kalau memang cocok bisa langsung dimulai,” terangnya.
per gelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









