Jogja

DPRD DIY Soroti Rendahnya Tingkat Partisipasi Masyarakat DIY Untuk Kuliah

Yudi Permana | 17 Juli 2025, 10:16 WIB
DPRD DIY Soroti Rendahnya Tingkat Partisipasi Masyarakat DIY Untuk Kuliah

Akurat.co, Jogja - Komisi D DPRD DIY menyoroti rendahnya angka partisipasi warga DIY untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dikenal sebagai image kota Pendidikan, ternyata DIY saat ini lebih tepat disebut sebagai kota belajar. Bukan tanpa sebab. DIY saat ini lebih tepatnya disebut sebagai tempat belajarnya masyarakat di luar DIY.

"Yogyakarta sebagai Kota Pelajar itu sudah tidak lagi. Tapi kota belajar. Kota tempat belajarnya orang-orang luar DIY," kata Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu, Kamis (17/7/2025).

Mengapa bisa demikian? Karena partisipasi warga DIY untuk kuliah itu rendah. Tidak ada 15 persen.

Baca Juga: Kunjungi Cepuri Parangkusumo, DPRD DIY Temukan Ini

Di satu sisi di DIY masih terjadi kesenjangan pendidikan. Kemiskinan dan masih adanya pernikahan diduga jadi penyebab terjadinya hal tersebut. Apalagi angka kemiskinan di DIY juga tertinggi kedua di Indonesia. 

Terkait masih rendahnya angka masyarakat DIY yang kuliah, DPRD DIY mendesak agar Pemda DIY segera melakukan investigasi. Untuk selanjutnya dilakukan deteksi dini dan pencegahan.

Pihaknya juga menyoroti program Beasiswa Istimewa yang digagas Pemda DIY. Dimana program tersebut dananya diambilkan dari Dana Keistimewaan (Danais) DI.

"Kuota Kuliah Istimewa ini masih sangat kecil. Selain itu juga kampusnya terbatas. Hanya di UNY dan Universitas Gunungkidul. Hal yang juga membuat saya bingung, kenapa D4? Kenapa tidak S1 sekalian," tegasnya.

Baca Juga: Mengintip Fasilitas Wah Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Ada Lapangan Tenis, Gedung Ber-AC

Untuk itu pihaknya mengusulkan agar Pemda DIY dapat menambah jumlah perguruan tinggi yang bekerjasama dengan program ini. Bahkan kalau bisa di semua kampus di DIY.

"Harapannya tentu saja jangkauannya dapat lebih luas. Masyarakat juga memiliki lebih banyak pilihan. Jangan sampai, mereka terpaksa kuliah di jurusan yang tidak sesuai passion-nya, karena adanya keterbatasan kampus," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.